Direktur Utama BRI Hery Gunardi berbincang berbareng CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani dan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.(Antara)
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa sinergi antarsektor merupakan kunci utama dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan. Hal tersebut disampaikan dalam partisipasi BRI pada arena Danantara Housing Expo 2026.
Melalui pameran ini, BRI berkomitmen menyediakan akses pembiayaan kediaman nan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hery juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta seluruh pihak nan mendukung inisiatif tersebut.
“Dengan kembang nan kompetitif, duit muka ringan, dan beragam benefit tambahan, kami berambisi semakin banyak masyarakat dapat mewujudkan kepemilikan hunian,” ujar Hery dalam keterangan resmi nan diterima di Jakarta, Kamis (28/8).
Dampak Ekonomi dan Dukungan UMKM
Hery menilai sektor perumahan mempunyai keterkaitan nan sangat luas dengan beragam sektor ekonomi lainnya. Menurutnya, pengembangan area kediaman baru tidak hanya memenuhi kebutuhan papan, tetapi juga bisa menggerakkan perekonomian lokal.
“Berkembangnya area kediaman diharapkan bisa membuka kesempatan baru bagi para pengusaha UMKM di sekitar letak tersebut,” tambahnya.
Dalam arena Danantara Housing Expo 2026, BRI menawarkan program KPR unik dengan duit muka (DP) mulai dari 1 persen. Selain itu, pengguna juga dapat menikmati akomodasi bebas biaya provisi dan administrasi, sesuai dengan syarat dan ketentuan nan berlaku. Penawaran menarik ini bertindak untuk realisasi KPR hingga 30 September 2026.
Sinergi Lintas Sektor di NICE PIK 2
Pameran nan berjalan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27-30 Agustus 2026 ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor untuk mendukung Program 3 Juta Rumah. Pilihan kediaman nan tersedia mencakup segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hingga non-MBR.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang untuk menjangkau semua segmen pasar. “Harga kediaman bervariasi, mulai dari Rp120 juta hingga level Rp2 miliar alias Rp3 miliar. Jadi, kita meng-cover semua segmen nan ada,” kata Rosan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menambahkan bahwa arena ini menjadi platform strategis nan mempertemukan masyarakat, pengembang, dan perbankan dalam satu ekosistem.
“Saya berambisi aktivitas ini dapat mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan lapangan kerja,” pungkas Maruarar. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·