Jakarta -
PT Brantas Abipraya (Persero) terus mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Rawa pada Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam, Kabupaten Merauke Paket 2.
Proyek strategis nasional (PSN) ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Lewat pembangunan jaringan irigasi KSPP Wanam ini merupakan upaya Brantas Abipraya dalam memperkuat prasarana pertanian di Papua Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan kontribusi BUMN bangunan ini dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan. Dengan memanfaatkan potensi lahan nan luas dan subur, kami mendukung serta menjamin kesiapan air bagi ribuan hektare lahan pertanian produktif.
Berupaya membangun prasarana unggul untuk bangsa, dalam pembangunan Brantas Abipraya meliputi galian saluran primer, sekunder, dan tersier serta penyelesaian badan tanggul.
Sejumlah capaian pekerjaan utama telah mendekati target, di antaranya realisasi galian primer mencapai 4,832 juta meter kubik (m3) dari total volume 4,968 juta m3, serta penyelesaian pekerjaan galian sekunder dan tersier nan telah mencapai sasaran volume kontrak.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana menyampaikan perusahaan tetap optimistis menyelesaikan proyek dengan melakukan beragam langkah percepatan di lapangan, termasuk penambahan sumber daya perangkat berat dan optimasi metode penyelenggaraan pekerjaan sesuai kondisi lahan.
"Proyek ini mempunyai tantangan nan cukup kompleks mengingat sebagian besar area pekerjaan berada pada lahan rawa. Namun dengan support seluruh pemangku kepentingan serta penambahan sumber daya nan kami lakukan, Brantas Abipraya berkomitmen menjaga produktivitas pekerjaan dan mendorong percepatan penyelesaian proyek," ujar Dian, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, saat ini proyek didukung oleh 104 unit ekskavator dan 8 unit buldoser nan tersebar di sejumlah titik pekerjaan.
Mobilisasi perangkat tambahan juga terus dilakukan guna meningkatkan kapabilitas produksi, khususnya pada area-area dengan kondisi lahan rawa basah nan memerlukan metode kerja khusus.
Ditambahkan Dian, melalui pembangunan jaringan irigasi nan andal dan berkepanjangan ini, Brantas Abipraya mau memastikan masyarakat khususnya petani di KSPP Wanam mendapatkan pasokan air nan cukup sepanjang tahun.
Pembangunan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat peran Papua Selatan sebagai salah satu pusat ketahanan pangan nasional.
Selain aspek teknis, Brantas Abipraya turut memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial melalui penerapan prinsip green construction.
Sebagai informasi, pengembangan KSPP Wanam ini dibangun sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan area swasembada pangan, daya dan air nasional, bermaksud menjadikan Merauke sebagai salah satu lumbung pangan baru di Indonesia Timur.
Dengan memanfaatkan potensi lahan rawa seluas kurang lebih 1 juta hektare, lewat program ini Brantas Abipraya dapat mengembangkannya menjadi lahan produktif, termasuk cetak sawah baru untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain konsentrasi pada penyelesaian konstruksi, proyek juga menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) guna memastikan seluruh aktivitas proyek melangkah kondusif dan sesuai standar.
Brantas Abipraya terus berupaya menghadirkan pembangunan nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional nan berkelanjutan.
"Tidak hanya membangun prasarana fisik, Brantas Abipraya juga menumbuhkan semangat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan membangun jaringan irigasi KSPP Wanam ini, kami mempertegas peran sebagai BUMN bangunan nan berorientasi pada pembangunan nasional berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara berdikari pangan," pungkasnya.
(akd/ega)
21 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·