Brand Lokal Perkuat Pasar Horeka Asia Tenggara Lewat Tren Plant-Based

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Brand Lokal Perkuat Pasar Horeka Asia Tenggara Lewat Tren Plant-Based Tren plant-based sekarang berkembang tidak hanya lantaran aspek style hidup, tetapi juga kebutuhan konsumen terhadap pengganti produk non-dairy dengan kualitas rasa nan tetap premium.(Dok. PT Lautan Natural Krimerindo (LNK))

TREN konsumsi produk plant-based semakin memengaruhi industri makanan dan minuman di Asia Tenggara. Tidak hanya di sektor ritel, perubahan preferensi konsumen sekarang juga mulai terasa di industri Horeka (hotel, restoran, dan kafe), terutama pada upaya specialty coffee dan minuman premium.

Kondisi tersebut mendorong produsen bahan baku makanan dan minuman memperluas pasar sekaligus memperkuat penemuan produk berbasis nabati. Produsen bahan baku Horeka Ellenka Professional misalnya, memperkuat eksistensinya di pasar Asia Tenggara melalui partisipasi dalam arena Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura dan Food, Hotel, & Tourism Bali (FHTB) 2026.

Melalui dua pameran industri tersebut, perusahaan memperkenalkan beragam solusi bahan baku minuman untuk pasar Horeka, termasuk lini susu nabati berbasis kelapa alias coconut-based plant-based milk.

Dalam arena FHTB 2026 di Bali, Ellenka Professional juga menjadi sponsor utama produk susu untuk kejuaraan Barista Female Creation 2026. Kompetisi tersebut menghadirkan para barista wanita nan ditantang menciptakan menu kopi inovatif menggunakan Ellenka Barista Series, lini susu nabati berbasis kelapa milik perusahaan.

Chief Commercial Officer PT Lautan Natural Krimerindo, Juwono Hartanto, mengatakan tren plant-based sekarang berkembang tidak hanya lantaran aspek style hidup, tetapi juga kebutuhan konsumen terhadap pengganti produk non-dairy dengan kualitas rasa nan tetap premium.

"Kami mau memperkenalkan standar baru dalam industri kopi. Ellenka Barista Series membuktikan bahwa susu nabati berbasis kelapa dapat menjadi pengganti premium tanpa mengorbankan kualitas rasa," ujarnya.

Menurut dia, penggunaan bahan baku berbasis nabati juga semakin relevan di industri kopi lantaran konsumen mulai mencari produk nan lebih inklusif bagi preferensi diet tertentu.

Selain profil rasa, aspek teknis juga menjadi perhatian pelaku industri kopi dan Horeka. Produk susu nabati untuk kebutuhan barista dituntut mempunyai tekstur stabil saat diproses, terutama ketika di-steam untuk minuman kopi berbasis susu seperti latte dan cappuccino.

Perusahaan menilai kebutuhan terhadap bahan baku nan konsisten sekarang semakin krusial di tengah persaingan upaya kopi dan kafe nan semakin ketat di Asia Tenggara. Tidak hanya mengejar penemuan menu, pelaku Horeka juga dituntut menjaga standar kualitas produk secara berkepanjangan agar dapat mempertahankan loyalitas pelanggan.

Karena itu, industri mulai mencari mitra pemasok bahan baku nan tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga support teknis dan pengembangan menu. Ellenka Professional menyebut pihaknya juga memberikan support teknis dan pemasaran kepada mitra upaya untuk membantu optimasi penggunaan produk di sektor Horeka.

Langkah ekspansi ke pasar regional dilakukan di tengah pertumbuhan industri Horeka Asia Tenggara nan terus meningkat, didorong pemulihan sektor pariwisata, pertumbuhan specialty coffee, dan meningkatnya konsumsi makanan serta minuman premium.

Partisipasi dalam FHA Singapura juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar dunia dan memperkuat posisi sebagai penyedia bahan baku bagi industri Horeka internasional. Selain produk susu nabati untuk barista, perusahaan juga membawa beragam solusi bahan baku lainnya, termasuk produk krimer fungsional FiberCreme.

Pelaku industri menilai tren plant-based diperkirakan tetap bakal terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, terutama di area Asia nan mulai menjadi salah satu pasar utama konsumsi makanan dan minuman berbasis nabati.

Bagi sektor Horeka, perubahan preferensi konsumen tersebut sekaligus membuka kesempatan lahirnya penemuan menu dan diferensiasi produk di tengah persaingan upaya nan semakin kompetitif. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia