BPS Jelaskan Fungsi Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Sedang Trending 57 menit yang lalu
BPS Jelaskan Fungsi Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Ilustrasi(Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan peran strategis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan tunggal pemerintah dalam perencanaan dan pertimbangan program nasional. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, DTSEN mengintegrasikan beragam pedoman info besar untuk memastikan kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa salah satu komponen krusial dalam DTSEN adalah penggunaan "desil". Ia menekankan bahwa desil kudu dipahami sebagai pemeringkatan kesejahteraan nan berkarakter relatif, bukan ukuran absolut kemiskinan alias nominal kekayaan tertentu.

Memahami Arti Desil dalam DTSEN

Desil adalah pengelompokan family berasas posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Dalam sistem ini, seluruh family diperingkatkan dan dibagi menjadi 10 kelompok, di mana masing-masing golongan mencakup sekitar 10 persen dari total keluarga.

Kelompok Desil Keterangan Kesejahteraan Relatif
Desil 1 Tingkat kesejahteraan relatif paling rendah
Desil 2 - 9 Kelompok menengah secara bertahap
Desil 10 Tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu family dibandingkan family lainnya. Angka desil bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi, melainkan gambaran posisi dalam pemeringkatan kesejahteraan," ujar Amalia dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Metode Proxy Means Test (PMT)

Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada satu parameter seperti penghasilan alias daya listrik saja. BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) nan mempertimbangkan beragam karakter secara simultan, meliputi:

  • Kondisi perumahan dan sumber air minum.
  • Bahan bakar daya untuk memasak.
  • Kepemilikan aset dan konsumsi listrik.
  • Komposisi keluarga, tingkat pendidikan, dan pekerjaan.
  • Kondisi kesehatan serta disabilitas.

Metode PMT ini merupakan standar internasional nan digunakan untuk mengestimasi kesejahteraan ketika info pendapatan susah diverifikasi secara langsung.

Cakupan Data dan Mekanisme Pemutakhiran

Hingga 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah mencakup info nan sangat masif untuk mendukung integrasi nasional.

Statistik DTSEN Versi 3 (Per 10 Juli 2026):

  • Record Individu: 290,13 juta jiwa
  • Record Keluarga: 95,98 juta keluarga

DTSEN dibangun dari integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), P3KE, dan Regsosek, nan kemudian disinkronkan dengan info kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Masyarakat nan menemukan ketidaksesuaian info dapat melakukan pembaruan melalui sistem usul dan sanggah di kanal resmi seperti cekbansos.kemensos.go.id, aplikasi SIKS-NG di tingkat desa/kelurahan, alias melalui laman dtsen-form.bps.go.id. BPS menegaskan bahwa pengajuan pembaruan tidak otomatis mengubah posisi desil, lantaran info bakal dihitung kembali berasas metode statistik nan berlaku.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia