Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |11:21 WIB

Deflasi Juli 2026 (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi pada Juli 2026 secara bulanan sebesar 0,14 persen terhadap Juni 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, selain deflasi bulanan, terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,89 pada Juni 2026 menjadi 111,73 pada Juli 2026.
"Pada bulan Juli 2026 terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan alias month to month," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Secara tahun ke tahun, lanjut Ateng, terjadi inflasi sebesar 2,88 persen dan secara tahun almanak alias year of date, terjadi inflasi sebesar 1,65 persen.
Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,89 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,26 persen.
Komoditas nan dominan mendorong deflasi pada golongan ini adalah bawang merah nan memberikan andil sebesar 0,11 persen, cabe merah dan cabe rawit dengan andil 0,06 persen, telur ayam ras dan tomat dengan andil 0,03 persen, dan jeruk dengan andil 0,02 persen.
"Selain makanan, minuman dan tembakau, juga golongan perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,06 persen dengan deflasinya sebesar 0,89 persen," ujar Ateng.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·