Badan Pusat Statistik (BPS) mulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, (15/6). Melalui sensus nan dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini, BPS bakal memotret secara utuh perekonomian Indonesia sekaligus mencatat beragam perubahan dalam satu dasawarsa terakhir sebagai landasan pengambilan kebijakan nan lebih tepat.
Menandai dimulainya pendataan tersebut, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara resmi mencanangkan penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 di Kendari, Senin (15/6). Sonny secara langsung memimpin aktivitas pencanangan sekaligus apel campuran pegawai pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara nan dihadiri lebih dari 1.200 peserta.
Bertempat di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, apel campuran dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Inspektur Utama BPS Dadang Hardiwan, Pj. Sekretaris Daerah Muhammad Fadlansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Walikota Kendari Sudirman, Pejabat Pimpinan Tinggi Pemprov. Sulawesi Tenggara, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, asosiasi dan pelaku usaha, media massa, serta jejeran BPS di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sonny menyampaikan bahwa SE2026 merupakan aktivitas strategis dan hasilnya menjadi landasan krusial dalam perencanaan dan pertimbangan pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Setiap upaya nan didata bakal menjadi bagian dari fondasi penyusunan kebijakan pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, partisipasi masyarakat dan pelaku upaya menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” jelas Sonny pada aktivitas Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kendari, Senin (15/6).
Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen penuh Pemprov. Sulawesi Tenggara untuk menyukseskan SE2026 nan ditandai dengan pembacaan deklarasi support oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. Sehari sebelum penyelenggaraan pencanangan, Sonny terlebih dulu disambut dan berbincang dengan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Gubernur Hugua, serta Pj. Sekda Muhammad Fadlansyah. Andi Sumangerukka menyampaikan langsung support jejeran pemprov Sulawesi Tenggara untuk SE2026 sebelum Ia bertolak menunaikan ibadah umrah.
Lebih lanjut, Sonny juga membujuk masyarakat mendukung SE2026 melalui “TIR”, ialah Terima petugas SE2026, Isi info dengan benar, dan Rahasia info terjaga keamanannya.
Pada apel tersebut, Sonny turut memasangkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas SE2026 di Provinsi Sulawesi Tenggara. BPS menerjunkan lebih dari 2.600 petugas untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Periode pendataan lapangan SE2026 lebih panjang dibandingkan sensus sebelumnya, dua separuh bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat secara optimal dan tidak ada upaya nan terlewat dari pendataan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kamis (11/6), Sonny juga secara resmi mencanangkan penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Sumatera Utara. Bertempat di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, agenda pencanangan diselenggarakan berbarengan dengan rangkaian Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara sebagai bentuk kerjasama dalam memperkuat pedoman info ekonomi daerah.
Pencanangan ini dihadiri pula oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Wagirin Arman, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini, Bupati/Walikota serta Wakil Bupati/Wakil Walikota di Provinsi Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pencanangan SE2026 di Sumatera Utara.
“Sensus ekonomi menjadi momentum krusial bagi pemerintah wilayah untuk memperoleh info nan lebih mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan,” ujar Bobby.
Ia membujuk seluruh bupati, wali kota, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan di Sumatera Utara untuk mendukung serta mensosialisasikan SE2026 kepada masyarakat melalui beragam forum dan kegiatan.
Pada kesempatan nan sama, Sonny menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur, Bupati/Walikota, serta Wakil Bupati/Wakil Walikota di Sumatera Utara atas support nan diberikan terhadap penyelenggaraan SE2026. Dukungan tersebut sangat krusial untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan SE2026 nan dilaksanakan pada 15 Juni – 31 Agustus 2026.
“SE2026 adalah sensus ekonomi nan paling lengkap. Selain pelaku upaya bakal didatangi, baru kali ini sensus ekonomi bakal door-to-door ke rumah-rumah. 4,8 juta family di Sumatera Utara bakal didatangi. Selain itu, untuk sensus ekonomi kali ini, kami bakal mencacah pelaku upaya pertanian nan tidak tercakup pada sensus ekonomi sebelumnya,” ujar Sonny.
Data nan dihasilkan dari SE2026 dapat memberikan gambaran struktur ekonomi nan lebih komprehensif sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan. Hasil SE2026 nantinya dapat memperkuat pembangunan daerah, termasuk membangun Sumatera Utara nan lebih maju, inklusif, dan berkekuatan saing.
“Dengan SE2026, kita bisa memahami struktur ekonomi dengan baik, melakukan pembinaan UMKM, memandang sektor mana nan paling banyak menyerap tenaga kerja, serta memandang kesempatan investasi nan ada di Sumatera Utara dengan lebih lengkap,” jelas Sonny.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·