Taufik Fajar
, Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |17:05 WIB

BBM (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat rumor potensi gangguan pasokan daya akibat bentrok antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Ketua BPKN RI Mufti Mubarok dalam keterangannya nan diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah wilayah seperti Jember, Medan, dan Aceh.
Masyarakat dilaporkan beramai-ramai membeli BBM setelah beredar rumor mengenai potensi gangguan pasokan daya akibat bentrok global.
Menurut Mufti, kepanikan justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan lantaran pengedaran menjadi tidak seimbang akibat pembelian berlebihan.
Mufti menegaskan bahwa Indonesia mempunyai banyak sumber daya nan dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu cemas secara berlebihan.
“Kita mempunyai banyak sumber energi. nan perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa dalam kondisi apa pun, negara kudu datang untuk menjamin kesiapan daya bagi masyarakat.
“Negara tetap wajib datang memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, lantaran daya merupakan kebutuhan strategis nan menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ucapnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·