BPJS Tekor Rp2 T/Bulan, Menkes Minta Si Kaya Bayar Iuran Lebih Besar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta golongan orang kaya untuk bayar iuran BPJS Kesehatan lebih besar daripada masyarakat nan kurang mampu.

Ini lantaran BPJS Kesehatan kudu mengeluarkan biaya klaim sekitar Rp500 miliar per hari.

Jika diakumulasikan, nilai pembayaran klaim mencapai sekitar Rp16 triliun hingga Rp16,5 triliun setiap bulan.

Sementara iuran nan sukses dikumpulkan hanya berkisar Rp14 triliun per bulan.

Akibatnya, BPJS Kesehatan kudu menanggung selisih pembiayaan sekitar Rp2 triliun setiap bulan.

"Jadi memang BPJS itu kudu diperkuat kondisi keuangannya," kata Budi Gunadi dalam Economic Update CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/6/2026).

Budi pun meminta kepada orang kaya untuk bisa bayar iuran alias premi lebih mahal dibandingkan dengan masyarakat biasa, agar prinsip gotong royong dalam BPJS Kesehatan bisa terpenuhi.

"Memang nan lebih kaya kudu bayar premi lebih mahal dibandingkan nan miskin, agar bisa terjadi pengaruh gotong royongnya, ya sama lah dengan pajak, nan kaya bayar pajaknya lebih," lanjut Budi.

Meski begitu, Menkes menegaskan sistem perlindungan alias klaim pada BPJS Kesehatan tidak bakal membeda-bedakan golongan untuk mendapatkan akomodasi kesehatan, di mana semua masyarakat berkuasa untuk mendapatkan akomodasi kesehatan nan layak.

"Itu sebabnya kelak kita bakal tata lagi BPJS Kesehatan, lantaran tetap banyak orang nan salah berpikir bahwa BPJS itu ada kelas 1, kelas 2, kelas 3. Sebenarnya enggak ada gitu," ujar Menkes.

"BPJS Kesehatan itu bener-bener cover 280 juta rakyat Indonesia secara adil. Jadi siapapun, dia kaya alias miskin, jika dia jatuh kondisi nan gak sehat, dia gak bakal jatuh miskin untuk shopping kesehatan lantaran ada nan cover," tegasnya.

Budi kembali menekankan masyarakat nan kurang bisa alias nan berada di golongan desil bawah kudu mendapatkan pelayanan kesehatan nan baik, sedangkan nan lebih kaya bisa membantu dengan bayar premi lebih.

"Yang krusial adalah temen-temen nan ada di desil bawah itu kudu dijamin, dan dia kan dijamin oleh pemerintah, dibayarnya oleh pemerintah. Tapi jika temen-temen nan kaya kemudian bilang, saya mau juga dijamin pemerintah, saya mau bayarnya dengan nan bawah sama. Itu kan enggak adil. Itu enggak adil, Ya dia kudu bayar lebih dong," pungkasnya

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News