Ilustrasi penduduk menggunakan masker mencegah akibat kabut asap karhutla(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU)
BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya Hindro Kusumo di Palangka Raya mengatakan masyarakat bisa berobat andaikan kepesertaannya aktif.
Ia mengimbau masyarakat nan mengalami keluhan gangguan kesehatan, termasuk jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) untuk ke akomodasi kesehatan.
"Terkait ISPA tentunya dijamin oleh Program JKN selama kepesertaan JKN aktif. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Pastikan JKN-nya aktif," ujar dia di Palangka Raya, Jumat (28/8).
Karhutla melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah nan berakibat pada gangguan kesehatan masyarakat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Ia mengatakan untuk dapat mengakses jasa kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan, peserta JKN diimbau untuk mengecek status kepesertaan.
"Yang terpenting kepesertaan JKN tetap aktif," ujar dia.
Seorang peserta JKN ialah penduduk Desa Tumbang Nusa Saifuli, 61, menjadi nan terdampak karhutla. Pasalnya dia dan personel TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut berjaga di sekitar perbatasan lahan penduduk dan titik api untuk mengantisipasi penyebaran karhutla.
Aktivitas tersebut, katanya, cukup menguras tenaga, terlebih dirinya mempunyai riwayat hipertensi dan mengalami sejumlah keluhan gangguan kesehatan ketika terjadi karhutla.
"Saya kontrol di RSUD Kota Palangka Raya berbareng tetangga. Warga kami nan lain juga banyak mengalami keluhan, seperti sakit kepala, pusing, mual-mual, sesak napas, hingga diare," kata dia.
Warga lainnya Anisavitri, 36, peserta JKN asal Kota Palangka Raya, mendampingi anaknya nan berumur lima bulan menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Palangka Raya.
Anak tersebut mengalami diare dan dehidrasi selama sekitar satu pekan.
"Dampak kabut asap ini betul-betul meresahkan, terutama bagi kami nan mempunyai anak kecil," ucap dia. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·