BPDP Latih 29 Ribu Petani Sawit, Genjot Daya Saing Industri

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri kelapa sawit nasional di tengah dinamika dunia nan semakin kompleks. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui beragam program nan dijalankan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Hingga 2025, BPDP telah melatih sebanyak 29.263 peserta dalam program pengembangan SDM sawit. Selain itu, 13.265 peserta lainnya tercatat sebagai penerima program pendidikan alias danasiwa di bagian kelapa sawit.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung, menilai BPDP mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sektor sawit. Menurutnya, support BPDP melalui program training dan danasiwa telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan industri.

"Saya memandang salah satu kata kunci keberhasilan sawit Indonesia sampai dengan saat ini adalah support BPDP terkhusus di sektor SDM," katanya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, program pengembangan SDM nan dijalankan BPDP sekarang semakin terarah dan tepat sasaran. Implementasinya dilakukan melalui training teknis bagi petani, pendidikan vokasi, hingga support riset dan pemberian danasiwa di bagian kelapa sawit.

Gulat juga mendorong BPDP untuk terus melakukan pertimbangan dan penyempurnaan program agar dampaknya semakin optimal. Menurutnya, langkah tersebut telah memperkuat posisi BPDP sebagai lokomotif utama dalam pengembangan SDM sawit nasional.

Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung. Foto: Dok. Pribadi/Gulat Medali Emas Manurung

"Saya memandang pertimbangan dan perbaikan nan cukup signifikan telah membikin BPDP sebagai lokomotif SDM sawit Indonesia. SDM sawit kudu di depan, paling tidak setara dengan perkembangan dinamika teknologi perkebunan kelapa sawit. Makanya kampus-kampus nan menjadi mitra SDM sawit kudu berkualitas," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya training teknis bagi petani agar semakin tepat sasaran. Program tersebut dinilai krusial dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta profesionalisme petani sehingga industri sawit nasional menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.

Dari total penerima danasiwa tersebut, sebanyak 3.910 mahasiswa telah lulus dari beragam perguruan tinggi nan bekerja sama dengan BPDP. Program ini juga melibatkan 42 perguruan tinggi dengan total 900 kelas training nan tersebar di beragam wilayah sentra sawit.

Secara keseluruhan, program pengembangan SDM sawit BPDP telah menjangkau 21 provinsi di Indonesia, nan merupakan wilayah utama perkebunan kelapa sawit nasional.

"Ini sangat luar biasa. Saya pikir ini langkah kita juga untuk menyesuaikan kebutuhan stakeholder sawit berangkaian dengan SDM. Jadi, dengan 13.265 orang, ini saya pikir sudah menuju kepada tepat sasaran biaya sawit tersebut," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan