BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana

BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola biaya pemerintah wilayah menjadi orkestrator aliran biaya wilayah sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional melalui penemuan pembiayaan nan produktif dan terukur.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H Widodo menegaskan bahwa perubahan landscape ekonomi serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah wilayah menuntut BPD untuk mengambil peran nan lebih strategis dan proaktif.

"Ke depan, BPD tidak cukup hanya berkedudukan sebagai pengelola biaya pemerintah daerah. BPD kudu beralih bentuk menjadi orkestrator aliran biaya wilayah nan bisa menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan," ujar Agus dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Dia menjelaskan bahwa BPD mempunyai kelebihan struktural nan tidak dimiliki bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakter ekonomi lokal, hingga jaringan nan menjangkau hingga ke tingkat daerah. Dengan kelebihan tersebut, BPD mempunyai posisi unik untuk memainkan peran nan lebih besar dalam menggerakkan ekonomi wilayah secara langsung.

"BPD kudu bisa memastikan bahwa setiap rupiah nan berputar di wilayah dapat memberikan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil," tegasnya.

Agus menekankan bahwa keterbatasan fiskal wilayah tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Dalam kondisi tersebut, penemuan pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan government spending dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu instrumen strategis nan didorong adalah optimasi skema pinjaman wilayah nan tidak hanya difokuskan pada pembiayaan infrastruktur, tetapi juga untuk penguatan jasa publik, peningkatan kualitas sektor kesehatan dan pendidikan serta pengembangan UMKM dan ekonomi lokal

"Pinjaman wilayah kudu dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek," jelas Agus. 

Bank Pembangunan Daerah

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com