BPBD Gunungkidul Telah Menyalurkan 452 Rit Air Bersih

Sedang Trending 9 jam yang lalu
BPBD Gunungkidul Telah Menyalurkan 452 Rit Air Bersih Ilustrasi(MI/Kristiadi)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul hingga hari Selasa lampau telah menyalurkan 452 rit air bersih alias sebanyak 2.496.000 liter ke sejumlah wilayah nan mengalami kesulitan air bersih lantaran tandus panjang. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, Rabu menjelaskan pengiriman air bersih tersebut terbanyak ke wilayah Kapanewon (Kecamatan) Tepus nan mencapai 968.000 liter alias 176 rit. 

Ia menambahkan untuk area Tepus, air bersih tersebut didistribusikan ke Kalurahan (Desa) Giripanggung 20.000 liter (40 rit), Purwodadi 192.000 liter (36 rit), dan Sidoharjo 44.000 liter (8 rit). 

Sedangkan untuk Kapanewon Rongkop sebanyak 632 liter alias 112 rit nan didistribusikan ke Kalurahan Semugih sebanyak 592.000 liter (104 rit), Kalurahan Petir dan Kalurahan Bohol masing-masing 20.000 liter alias 4 rit. 

Kapanewon lain juga terdampak kekeringan, ialah Kapanewon Panggang dengan total 44 rit, Saptosari 32 rit, Ngawen 24 rit, Semin 20 rit, Wonosari 16 rit, Girisubo 16 rit, Ponjong delapan rit, dan Purwosari empat rit. 

"Keseluruhannya ada 16 kapanewon nan terdampak dan terbanyak di Kapanewon Tepus dan Rongkop," katanya di Wonosari.

Purwono menambahkan, pengedaran air bersih ini tetap bakal terus dilakukan hingga beberapa bulan mendatang hingga masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih. 

"Anggarannya tetap tersedia," katanya. 

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinys Ruruh Haryata menjelaskan BPBD DIY tengah menyiapkan support anggaran untuk membantu kabupaten-kabupaten nan tetap kudu melakukan dropping air bersih. 

Menurut prakiraan cuaca nan dirilis BMKG, ujarnya, puncak kekeringan musim tandus 2026 ini bakal terjadi pada periode Agustus - September. Ia mengemukakan, seluruh kabupaten dan kota di DIY sudah siap mengenai gimana menghadapi kondisi ini. 

"Masing-masing kabupaten di DIY itu sudah siap semua mengenai dengan gimana mengatasi kekeringan di masyarakat pada puncak tandus 2026," kata Agustinus Ruruh Haryata. 

Menurut dia, akibat kekeringan ini lebih serius dialami oleh masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Daerah-daerah, lanjutnya sudah menyiapkan biaya dari anggaran rutin mereka. Jika biaya tersebut tidak mencukupi dengan biaya shopping tidak terduga, katanya, Pemda DIY bakal menyiapkan anggaran dengan anggaran perubahan. (AU/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia