BPBD Ciamis Pasok 801.000 Liter Air Bersih untuk 20.185 Jiwa Terdampak Kekeringan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
BPBD Ciamis Pasok 801.000 Liter Air Bersih untuk 20.185 Jiwa Terdampak Kekeringan BPBD Kabupaten Ciamis memasok air bersih dilakukan setiap hari hingga larut malam, kebutuhan air dipergunakan untuk minum, masak, basuh muka, kakus dan lainnya.(Dok: Pusdalops Ciamis)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis terus mengintensifkan pendistribusian air bersih bagi penduduk nan terdampak kekeringan. Hingga saat ini, sebanyak 801.000 liter air telah dipasok untuk melayani 7.502 Kepala Keluarga (KK) alias sekitar 20.185 jiwa nan tersebar di 31 desa di 17 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa krisis air bersih di wilayahnya semakin meluas akibat kejadian El Nino nan memicu penurunan drastis debit air, apalagi hingga ke wilayah dataran tinggi. Saat ini, kekeringan tercatat telah melanda 46 dusun di Kabupaten Ciamis.

"Petugas BPBD berupaya memasok air bersih ke beragam pelosok secara cuma-cuma setelah Pemerintah Kabupaten Ciamis menetapkan status siaga musibah hingga September 2026. Pasokan ini bermaksud agar kebutuhan sehari-hari penduduk tetap terpenuhi meski kondisi sumber air menyusut drastis," ujar Ani Supiani, Kamis (3/9/2026).

Ani menjelaskan, dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, BPBD tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dilakukan berbareng beragam pihak, mulai dari PMI, BBWS, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis, SOG Ciamis, MDMC, perbankan (BJB dan BRI), Samsat, hingga PDAM Ciamis. Total air nan telah disalurkan mencapai 160 tangki.

"Pengiriman air terus dilakukan petugas hingga malam hari untuk meringankan beban masyarakat. Bencana El Nino tahun ini membikin kondisi sumur, kolam ikan, dan sungai menyusut drastis," tambahnya.

Selain krisis air bersih, kekeringan juga berakibat signifikan pada sektor pertanian. Banyak lahan pertanian di Ciamis dilaporkan mengalami kandas tanam hingga puso, sehingga petani kesulitan mengolah lahan mereka.

Berdasarkan info BPBD, 17 kecamatan nan paling terdampak krisis air bersih meliputi:

  • Tambaksari
  • Banjaranyar
  • Cikoneng
  • Cihaurbeuti
  • Ciamis
  • Banjarsari
  • Cisaga
  • Cimaragas
  • Purwadadi
  • Baregbeg
  • Panawangan
  • Pamarican
  • Rajadesa
  • Kawali
  • Lumbung
  • Jatinagara
  • Cidolog

Ani menegaskan bahwa pasokan air ke pelosok perkampungan dilakukan setiap hari berasas permintaan dari Kepala Desa setempat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai membudayakan irit air.

"Kami meminta penduduk agar irit air bersih dan pergunakan sesuai kebutuhan. Mengingat banyak sungai nan mengering, kami juga berambisi pemilik lahan mulai beranjak menanam palawija untuk meminimalisir kerugian," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia