Bos Pengusaha Minta Ada Tim Khusus Kawal Kerja Keras Presiden Prabowo

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan diplomatik ke Rusia serta berupaya menarik minat banyak investor. Sebelumnya Prabowo juga sudah mengamankan komitmen investasi dari sejumlah negara besar seperti Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Jepang hingga Korea Selatan.

Kalangan pengusaha memandang perihal ini sebagai sinyal kuat meningkatnya daya tawar Indonesia di mata penanammodal internasional. Meski demikian, pekerjaan utama justru berada pada tahap realisasi di dalam negeri. Berbagai halangan struktural tetap menjadi tantangan serius nan perlu segera diselesaikan agar komitmen tersebut tidak berakhir sebagai kesepakatan di atas kertas.

"Presiden sudah bekerja luar biasa menjemput bola ke mancanegara, kami sangat apresiasi tinggi. Namun, kami di HKI dan Kadin mencermati bahwa di lapangan tetap ditemukan sumbatan dan hambatan. Birokrasi nan berbelit, inkonsistensi izin pusat-daerah, serta hambatan teknis lainnya seringkali membikin penanammodal ragu untuk melakukan groundbreaking," ujar Wakil Ketua Umum Kadin bagian area ekonomi unik dan proyek strategis nasional Akhmad Ma'ruf Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2026).

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera membentuk Tim Pengawalan dan Percepatan Investasi nan berfaedah sebagai unit respons sigap dalam mengurai beragam hambatan tersebut secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Investor dari negara maju mempunyai standar tinggi terhadap kepastian norma dan kejelasan regulasi. Tanpa perbaikan konkret di lapangan, kesempatan besar nan telah terbuka berisiko hilang.

"Kita tidak mau komitmen besar ini hanya menjadi seremoni penandatanganan saja. Tim Pengawalan dan Percepatan Investasi ini kudu memastikan setiap dolar nan dijanjikan betul-betul masuk ke area industri dan memberikan akibat ekonomi nyata," sebut Ma'ruf.

Lebih lanjut, pengusaha tetap optimistis Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Namun, perihal itu mensyaratkan konsistensi kebijakan dan sinergi lintas pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah.

Momentum saat ini kudu dimanfaatkan secara maksimal dengan mengesampingkan kepentingan sektoral maupun politik, sehingga Indonesia dapat menjadi tujuan utama investasi nan kompetitif di kawasan.

"Saatnya kita buktikan kepada dunia, terutama mitra kita dari Jepang hingga Timur Tengah, bahwa Indonesia bukan hanya tempat nan nyaman untuk berdiskusi, tapi adalah tempat nan paling tepat untuk berinvestasi," sebut Ma'ruf nan juga Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News