Rohman Wibowo
, Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |20:20 WIB

Bos OJK soal KEK Keuangan di Bali: Jadi Magnet Investasi Global (Foto: Okezone)
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pembentukan Indonesia Financial Center (IFC) nan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali sebagai kesempatan memperdalam pasar finansial nasional. KEK Keuangan di Bali ini juga digadang-gadang sebagai ceruk baru untuk meningkatkan daya tarik bagi penanammodal untuk menanamkan modalnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan. saat ini OJK berbareng lintas lembaga mulai dari Danantara hingga Kementerian Koordinator Perekonomian sedang mencari formula menjadikan IFC sebagai pusat finansial nan dapat mendukung perekonomian nasional.
"Pembentukan Financial Center di Indonesia. Ini tentu saja untuk sebagai akselerator untuk market deepening. Jadi kan ini PR kita semua nih gimana kita memperdalam pasar finansial di Indonesia," kata Friderica dalam konvensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Perempuan nan berkawan disapa Kiki ini menitikberatkan IFC di KEK Bali ini juga bisa menjadi pusat penemuan jasa finansial nan terintegrasi dengan produk dan aktivitas nan lebih luas, sehingga bisa memberikan ruang untuk mengkapitalisasi pasar dan mengimplementasikan produk serta jasa baru di sektor keuangan.
Seperti izin mengenai Exchange Traded Fund (ETF) emas nan diterbitkan OJK untuk memperkuat struktur pasar modal nasional dan membangun ekosistem bullion di Indonesia pada April 2026.
"Kami juga punya rencana untuk memperluas structure product nan saat ini hanya ada untuk suku kembang dan juga nilai tukar. Kemudian kita juga bakal mendorong ekspansi aktivitas upaya dari lembaga jasa finansial itu sendiri," urainya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·