Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani buka bunyi mengenai rencana akusisi saham Eramet Indonesia di PT Weda Bay Nickel (WBN). Menurutnya, saat ini tetap dalam tahapan diskusi.
"Kita sih pada dasarnya terbuka atas obrolan kemudian pembicaraan mengenai investasi nan ada di Indonesia dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local mitra juga. Kita terbuka kok, kita obrolan juga dengan Eramet," kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026).
Mengutip MySteel, Danantara dikabarkan sedang melakukan pembicaraan untuk membeli seluruh alias sebagian dari 38,7% saham Eramet di PT Weda Bay Nickel.
Menurut sumber, negoisasi dalam tahap awal. Namun sebagai bagian dari kesepakatan Danantara disebut mungkin bakal berperan-serta dalam publikasi saham baru (right issue) Eramet senilai 500 Juta Euro nan direncanakan tahun ini.
Eramet belum memberikan komentar mengenai perihal ini.
Sebelumnya, Eramet telah menangguhkan pembayaran dividen dan berencana untuk mengumpulkan 500 juta Euro alias setara dengan Rp 10,27 triliun, untuk memperbaiki posisi keuangannya.
Sementara itu, Eramet mengumumkan pada 23 April bahwa lantaran pemotongan tajam sebesar 71% oleh pemerintah Indonesia terhadap kuota produksi RKAB 2026, produksi di PT Weda Bay Nickel bakal dihentikan sementara mulai Mei 2026, lantaran kuota nyaris habis.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·