Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan peningkatan tanggungjawab Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng rakyat merek Minyakita, nan disalurkan melalui BUMN pangan menjadi 65% dari saat ini 35%. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat pasokan Minyakita di dalam negeri, terutama di tengah tingginya kebutuhan pasar dan program support pangan.
Rizal menjelaskan, skema DMO saat ini diatur sebesar 35%, nan kemudian dibagi ke beberapa pihak, termasuk Bulog.
"Jadi jika DMO kami, sesuai dengan Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) adalah 35%, dan 35% Itu dibagi 3, 70% ke Bulog, 20% ke ID Food, 10% ke Agrinas Palma," kata Rizal saat ditemui di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Selasa (14/3/2026).
Adapun dari porsi nan diterima Bulog tersebut, kata Rizal, volume pasokan Minyakita saat ini berkisar 40.000 hingga 45.000 kiloliter (KL) per bulan.
"Dari nan 70% itu kita satu bulannya dapat 40.000-45.000 kiloliter (Kl). Nah jika kelak dinaikkan (kuota 35%) jadi 65% berfaedah kelak bisa naik mencapai sekitar 60.000-70.000 kiloliter (dengan Bulog tetap mendapat porsi 70%)," ujarnya.
Dia menilai, usulan peningkatan DMO didorong oleh besarnya penugasan nan diemban Bulog, tidak hanya untuk pasar komersial tetapi juga untuk program support pangan pemerintah.
"Harapannya, kenapa kami minta naikkan? Karena kami dapat penugasan selain untuk menyuplai ke pasar, juga menyuplai kepada support pangan. Bantuan pangan saat ini juga besar jumlahnya dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), nan luar biasa perhatian beliau kepada masyarakat, ialah sebesar 33 juta penerima manfaat," ucap dia.
Meski mengusulkan kenaikan DMO, Rizal memastikan porsi pengedaran antar BUMN pangan tetap dijaga agar beban kerja tidak terpusat di satu pihak.
"(Kuota penyaluran untuk Bulog tetap) 70% juga sama. Tujuannya apa? ya kita nggak mungkin lebih banyak lagi. Supaya berbagi dengan ID Food dan Agrinas Palma. Supaya semuanya berbagi tugas. Kan jika Bulog semuanya juga beban kerjanya semakin berat," jelas Rizal.
Ia menambahkan, porsi untuk ID Food dan Agrinas Palma juga bakal ikut meningkat secara proporsional jika DMO dinaikkan.
"Tetap nambah (untuk ID Food dan Agrinas Palma), sesuai dengan 20% dan 10%, seperti itu. Itu kan kita lagi ajukan. Masalah turun dan tidaknya kita kan belum tau, kita kan nan mengajukan. Karena memang kebutuhannya kita banyak," katanya.
Saat ini, usulan tersebut tetap dalam proses pembahasan di pemerintah. Bulog telah mengusulkan peningkatan DMO melalui koordinasi lintas kementerian.
"Dari Kemendag (Kementerian Perdagangan) kebijakannya seperti apa? Kami lagi menunggu. Tinggal menunggu. Itu pun kami mengusulkan atas seizin dari Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas (Amran Sulaiman)," ujarnya.
Sementara itu, mengenai dengan potensi akibat kebijakan terhadap ekspor produsen migor, Rizal menyebut perihal tersebut menjadi ranah Kementerian Perdagangan.
"Betul, jika itu mungkin core bisnisnya teman-teman Kementerian Perdagangan. Kami kan hanya mengusulkan ke Kementerian perdagangan, dan mudah-mudahan ini bisa di-follow up dalam waktu dekat," pungkasnya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·