Jakarta, CNBC Indonesia - Enam personil Polisi Patroli Perbatasan Thailand terluka setelah menjadi sasaran serangan peledak pinggir jalan di Distrik Than To, Provinsi Yala, Jumat (19/6/2026) pagi. Dua diantaranya dilaporkan mengalami luka serius akibat ledakan tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, ledakan terjadi sekitar pukul 08.10 waktu setempat saat personel dari Kompi Polisi Patroli Perbatasan 442 tengah menjalankan misi pengamanan dan pengawalan pembimbing di wilayah tersebut. Bom rakitan nan diduga dipasang di tepi jalan diledakkan oleh pelaku tak dikenal ketika patroli melintas.
"Ledakan terjadi di ruas jalan antara Desa Pulor Saniyae dan Sakai, Tambon Ban Rae, Distrik Than To," demikian keterangan pihak kepolisian setempat, seperti dikutip Bangkok Post.
Akibat ledakan itu, enam petugas mengalami luka-luka. Dua personel dilaporkan mengalami cedera berat. Kopral Polisi Kittisak Saksaeng mengalami luka akibat serpihan di bagian wajah, sementara Kopral Polisi Poraphat Wongruaydee mengalami nyeri pada dada dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya meski tetap dalam kondisi sadar.
Seluruh korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Than To untuk mendapatkan penanganan awal. Namun, dua korban nan mengalami luka serius kemudian dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit Yala guna memperoleh perawatan intensif. Tim medis telah disiagakan untuk menerima keduanya setibanya di lokasi.
Pasca-insiden, abdi negara keamanan langsung menutup area ledakan dan jalur nan terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan tim penjinak bahan peledak serta petugas forensik melakukan penyisiran dan pengumpulan bukti di letak kejadian.
Pihak berkuasa juga meningkatkan pengamanan di area tersebut sembari terus memantau perkembangan situasi. Hingga kini, motif serangan maupun identitas pelaku tetap dalam penyelidikan.
Otoritas setempat menyatakan investigasi terus berjalan untuk mengungkap dalang di kembali serangan serta menilai tingkat kerusakan nan ditimbulkan akibat ledakan tersebut.
(tfa/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·