Bolehkah Penderita Sakit Pinggang Dipijat? Simak Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Bolehkah Penderita Sakit Pinggang Dipijat? Simak Penjelasannya Ilustrasi pijat untuk sakit pinggang.(Dok. Magnific)

SAKIT pinggang alias low back pain adalah keluhan umum nan dialami nyaris setiap orang. Saat rasa nyeri menyerang, refleks pertama banyak orang adalah mencari tukang urut alias jasa pijat untuk meredakan ketegangan. Namun, muncul pertanyaan krusial: bolehkah penderita sakit pinggang dipijat?

Jawabannya adalah boleh, tetapi dengan syarat dan ketentuan nan ketat. Pijat dapat menjadi terapi komplementer nan efektif jika penyebab sakit pinggangnya adalah ketegangan otot (muscle strain). Namun, jika sakit pinggang disebabkan oleh masalah struktur tulang alias saraf, pijat sembarangan justru berisiko memperparah kondisi.

Kapan Pijat Diperbolehkan?

Pijat sangat disarankan jika sakit pinggang disebabkan oleh faktor-faktor mekanis ringan, seperti:

  • Ketegangan Otot: Akibat posisi duduk nan terlalu lama alias salah posisi tidur.
  • Kelelahan Fisik: Setelah melakukan aktivitas berat alias olahraga intens.
  • Stres: Beban pikiran seringkali memicu ketegangan pada otot-otot di area punggung bawah dan pinggang.

Kapan Pijat Harus Dihindari?

Anda kudu sangat waspada dan sebaiknya menghindari pijat (terutama pijat urut tradisional nan keras) jika mengalami indikasi berikut:

  • Nyeri Menjalar: Rasa sakit nan merambat dari pinggang hingga ke kaki (indikasi saraf terjepit alias HNP).
  • Kesemutan alias Mati Rasa: Adanya gangguan sensorik di area tungkai.
  • Riwayat Trauma: Sakit pinggang nan muncul setelah jatuh alias kecelakaan (risiko patah tulang alias pergeseran sendi).
  • Demam: Jika sakit pinggang disertai demam, bisa jadi ada jangkitan pada ginjal alias tulang belakang.
  • Osteoporosis: Pijatan keras pada penderita pengeroposan tulang dapat menyebabkan patah tulang belakang.

Jangan pernah memijat langsung pada area tulang belakang (tulang tengah). Pijatan semestinya hanya dilakukan pada jaringan lunak alias otot di sekitar tulang untuk menghindari cedera saraf permanen.

Jenis Pijat nan Aman untuk Sakit Pinggang

Jika Anda memutuskan untuk menjalani terapi pijat, pilihlah jenis nan diakui secara medis alias dilakukan oleh tenaga profesional:

  1. Swedish Massage: Menggunakan teknik usapan panjang dan lembut untuk melancarkan sirkulasi darah dan merelaksasi otot.
  2. Deep Tissue Massage: Menargetkan lapisan otot nan lebih dalam, namun kudu dilakukan oleh terapis bersertifikat agar tidak mencederai jaringan.
  3. Trigger Point Therapy: Fokus pada titik-titik tertentu nan menjadi sumber nyeri (simpul otot).
  4. Fisioterapi: Ini adalah pilihan paling kondusif lantaran dilakukan oleh tenaga medis nan memahami anatomi tubuh dan penyebab nyeri secara spesifik.

Checklist Sebelum Melakukan Pijat

Langkah Keterangan
Identifikasi Nyeri Pastikan nyeri hanya di otot, bukan di tulang alias menjalar ke kaki.
Pilih Terapis Gunakan jasa terapis nan mempunyai sertifikasi alias pengalaman medis.
Komunikasi Beri tahu terapis bagian mana nan sakit dan minta jangan menekan terlalu keras.
Konsultasi Dokter Jika nyeri berjalan lebih dari 2 minggu, segera lakukan rontgen alias MRI.

Pijat boleh dilakukan untuk sakit pinggang nan berkarakter otot (muskular). Namun, untuk nyeri nan berkarakter saraf alias tulang, konsultasi medis adalah langkah wajib sebelum menyentuh meja pijat. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia