Bulog Dapat Diskon Bunga Bank Jadi 3 persen, Margin Naik ke 7 Persen

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhan, Senin (3/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Perum Bulog mendapatkan pengurangan kembang bank dari 7-8 persen menjadi sekitar 5 persen. Komponen kembang tersebut ada nan disubsidi oleh pemerintah sebesar 2 persen, sementara nan ditanggung Bulog sekitar 2-3 persen saja.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhan mengatakan bahwa keputusan itu sudah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto serta Menko Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, dan Menteri Sekretaris Negara.

"Dukungan kepada Bulog ialah pengurangan kembang bank, nan biasanya 7 sampai 8 persen diturunkan 2 sampai 3 persen. Ini luar biasa dan akibat dari pengurangan kembang bank tersebut Bulog bisa untuk mengurangi biaya pembayaran kembang dalam satu tahun lebih dari Rp 1,07 triliun," ungkapnya di instansi Pusat Bulog, Senin (3/8).

Rizal mengatakan, penurunan kembang bank nan bakal bertindak untuk tahun ini memang tidak pernah serendah ini, sehingga dapat mengurangi biaya kembang hingga Rp 1,07 triliun dalam setahun.

"Ini suatu prestasi nan luar biasa dan ini baru kali ini Bulog diberikan kembang nan begitu rendah 3 persen, dari pemerintah diberikan tambahan subsidi kembang 2 persen dari pemerintah," jelasnya.

Pedagang membawa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) nan didistribusikan Bulog di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Selain pemotongan kembang bank, lanjut Rizal, Bulog juga mendapatkan kenaikan margin alias untung dari penjualan, dari sebelumnya Rp 50 per kilogram (kg) menjadi 7 persen alias sekitar Rp 970 per kg. Hal itu tertera dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbanas) Nomor 3 Tahun 2026.

"Margin Bulog nan dulunya per kilo Rp 50, sekarang menjadi 7 persen itu jika dikalkulasikan dengan nomor menjadi sekitar Rp 970. Sehingga dengan Rp 970 tersebut jika diperhitungkan sampai dengan akhir tahun maka diproyeksikan neraca finansial Bulog bakal menjadi positif ialah sekitar Rp 1,14 triliun," tutur Rizal.

Dengan kas positif pada tahun ini, Rizal mengatakan perusahaan bakal mulai meluncurkan program beras medium alias Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Satu Harga. Namun, perincian dari program ini tetap kudu didiskusikan.

"Dalam rencana kami di awal andaikan sudah positif finansial kita, kita bakal buat seperti Pertamina nan bisa membikin nilai (BBM) satu nilai dari Sabang sampai dengan Merauke. Insyaallah Bulog juga jika memang sudah positif kita bakal ajukan ke pemerintah jika diizinkan kami buat nilai beras medium ialah beras SPHP satu nilai Rp 11.000," tandas Rizal.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan