Tim Boccia Indonesia.(Dok. Antara)
TIM Boccia Indonesia mencatatkan sejarah luar biasa dengan keluar sebagai juara umum pada arena World Boccia Championship 2026 nan berjalan di Seoul, Korea Selatan. Keberhasilan ini menjadi sangat spesial lantaran merupakan partisipasi perdana Indonesia dalam kejuaraan bumi tersebut setelah dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta.
Dalam kejuaraan nan digelar pada 24 Agustus hingga 4 September 2026, Indonesia sukses mengumpulkan tiga lencana emas dan satu lencana perak. Torehan ini melampaui rival terberat, Thailand, nan menempati posisi kedua dengan dua emas dan dua perak, disusul Hong Kong di posisi ketiga.
Pelatih Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras atlet selama 10 hari di Seoul. "Ini pertama kalinya Indonesia tampil usai dinilai memenuhi syarat menjadi peserta World Cup Championship dan langsung juara mengalahkan Thailand," ujar Islah kepada Media Indonesia, Senin (7/9).
Tiga lencana emas Indonesia dipersembahkan oleh Handayani di kelas BC1 putri, Muhammad Afrizal Syafa di kelas BC1 putra, serta kategori mixed team BC1/BC2 nan diperkuat oleh Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana. Sementara itu, satu lencana perak diraih oleh Felix Ardi Yudha di kelas BC2 putra.
Kemenangan di Seoul ini mempunyai nilai strategis lantaran level kejuaraan ini setara dengan Paralimpiade. Poin nan diraih tim Indonesia sangat besar untuk mengamankan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Saat ini, poin tim Indonesia telah mencapai nomor 140-an, unggul jauh dari pesaing terdekat nan berada di kisaran 107 poin.
Islah menambahkan, keberhasilan ini juga mendongkrak posisi Indonesia ke ranking satu dunia. Khusus untuk kelas BC1 putri, hasil ini membuka jalan lebar bagi Handayani nan sebelumnya belum sempat lolos ke Paralimpiade Paris 2024.
Usai kesuksesan di Korea Selatan, tim pembimbing sekarang mengalihkan konsentrasi untuk menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober mendatang. Evaluasi terus dilakukan untuk memetakan kekuatan lawan, terutama dari Tailan, Hong Kong, dan tuan rumah Jepang.
"Kami optimis lima atlet nan berangkat ke Asian Para Games Nagoya siap bertarung. Waktu satu bulan ini bakal kami maksimalkan untuk berlatih lagi," pungkas Islah. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·