Kondisi cuaca Kota Semarang terselimuti awan. Debu vulkanik Gunung Anak Karakatau terkonfirmasi oleh BMKG belum masuk ke Jawa Tengah(MI/Akhmad Safuan)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terindikasi masuk Jawa Tengah.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sembodo mengatakan berasas hasil pengamatan langsung menggunakan paper test abu vulkanik, Senin (7/9) untuk memandang deposit abu vulkanik oleh BMKG Cilacap, Semarang dan Tegal seluruh hasil pengamatan menunjukkan negatif.
"Hingga waktu pengamatan tersebut, belum terdapat indikasi deposisi avu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jawa Tengah, "kata Yoga Sembodo, dikutip Selasa (8/9).
Menurut Yoga Sembodo kondisi tandus di Jawa Tengah relatif kering dengan wilayah berstatus hati-hati dengan hari tanpa hujan lebih dari 61 hari, sehingga kondisi permukaan tanah kering menyebabkan material debu mudah terangkat baik itu oleh angin maupun aktivitas manusia.
Debu nan ditemukan di lingkungan masyarakat, ungkap Yoga Sembodo, lebih memungkinkan berasal dari kondisi permukaan tanah kering dan tidak dapat serta merta merupakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Adanya info berdebu di sejumlah kabupaten dan kota tidak dapat disimpulkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, " tambahnya.
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di Semarang, lanjut Yoga Sembodo, khususnya parameter partikulat Suspended Particulate Matter (SPM) dari PM2.5. tidak menunjukkan perubahan nan signifikan antara nan belum dan sesudah terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut, ujar dia, menjadi salah satu parameter pendukung bahwa belum terdapat indikasi kuat masuknya avu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Semarang. Sedangkan berasas peta Satelit Himawati-9 VA dan peta Trajektori sebaran abu vulkanik dari Vulcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin pada 7 September vulkanik bergerak ke arah barat daya menuju ke Samudera Hindia.
"Arah pergerakan tersebut menunjukkan sebarkan avu vulkanik menjauhi wilayah di Jawa Tengah," ujar Yoga Sembodo.
Sementara itu, ujarnya, berasas kajian prakiraan angin pada lapisan sekitar 3.000 feet, arah angin secara umum dari arah timur menuju ke barat sehingga material berada di lapisan atmosfir condong ke arah barat dan tidak mengarah ke Jawa Tengah. BMKG terus memantau perkembangan terkini.
BMKG meminta agar penduduk tidak interpretasi secara berdikari terhadap sebaran abu vulkanik berasas peta angin dan aplikasi pihak ketiga, " tuturnya. (H-4)
Images
English (US) ·
Indonesian (ID) ·