BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara Pasca Pembubaran JI

Sedang Trending 58 menit yang lalu
BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara Pasca Pembubaran JI Kepala BNPT Eddy Hartono (kanan) kala menghadiri aktivitas penguatan kemandirian ekonomi, keterampilan, dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah.(MI/HO)

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat pendekatan kolaboratif dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan melalui program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui aktivitas penguatan kemandirian ekonomi, keterampilan, dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah, nan berjalan selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini mempunyai nilai strategis lantaran Pondok Pesantren Al Muttaqin merupakan pesantren terafiliasi eks-Jamaah Islamiyah (JI) terbesar kedua di Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi langkah berkepanjangan pasca deklarasi pembubaran JI pada Desember 2024 lalu.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi eks Jamaah Islamiyah di Solo Desember 2024 nan lalu. Prinsipnya adalah pemerintah dan masyarakat berkolaborasi," ujar Kepala BNPT Eddy Hartono, S.I.K., M.H., saat membuka aktivitas tersebut.

Eddy menjelaskan bahwa kerjasama ini melibatkan unsur pemerintah seperti Densus 88 Antiteror Polri, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah. Sementara dari sektor swasta, datang support dari PT Astra, PT Panasonic Gobel, Amuya Coffee, dan stakeholder lainnya untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan.

Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Fasilitas

Dalam pelaksanaannya, BNPT mengoordinasikan beragam support sarana dan prasarana sesuai kompetensi masing-masing lembaga dan perusahaan. Berikut adalah rincian support nan disalurkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi di pesantren:

Instansi/Lembaga Bentuk Dukungan / Bantuan
Kementerian Pertanian 3,2 ton bibit padi, 2 unit pompa air, 2 unit hand tractor.
BNPT Sistem filter air Reverse Osmosis, mesin espresso & manual brew, 2 set perangkat kreator konten.
Densus 88 AT Polri Kulkas showcase, 2 laptop, 2 proyektor, 1 AC, bibit tanaman Kaliandra dan Indigofera.
Dunia Usaha (Astra, Panasonic, dll) 4 set perangkat servis AC, 2 unit AC, 20 kg bibit jagung & perangkat tanam.
YBM PLN Pembangunan unit barbershop lengkap.
Polres Jepara Pelayanan kesehatan cuma-cuma dan dapur umum.

Kepala Satgaswil Jawa Tengah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Chairul Anam, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses transisi ini.

"Pascapembubaran eks JI, kami bakal selalu bersama-sama memajukan bangsa dengan budaya dan kearifan lokal," tegasnya.

Selaras dengan Agenda Pembangunan Nasional

Program pemberdayaan di Ponpes Al Muttaqin ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan penerapan dari RPJMN 2025–2029 dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) Fase 2. Fokus utamanya mencakup pemantapan keamanan negara, kemandirian bangsa, ekspansi lapangan kerja, dan penguatan SDM.

Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, S.E., menyatakan kesiapan pemerintah wilayah untuk melanjutkan program ini. Pemkab Jepara berkomitmen memberikan support sarana prasarana serta peningkatan mutu pembelajaran bagi para santri agar program ini memberikan faedah konkret jangka panjang.

Rangkaian aktivitas pemberdayaan ini dijadwalkan bakal ditutup dengan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 di laman pondok pesantren. Melalui bekal keahlian dan wawasan kebangsaan, para santri diharapkan mempunyai ketahanan kuat terhadap aliran intoleransi dan radikalisme, sekaligus bisa berkontribusi positif bagi ekonomi masyarakat. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia