Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |15:01 WIB

BNPP: Masa Depan Indonesia Bukan Hanya Jakarta tapi Juga Berada di Garis Batas Wilayah Negara
JAKARTA — Indonesia mempunyai perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara. Oleh lantaran itu, dibutuhkan tata kelola nan kuat, terintegrasi serta berkelanjutan.
“Tanpa ekonomi nan maju dan produktivitas nan tinggi, kesejahteraan bakal lama kita capai. Karena itu, membangun perbatasan berfaedah membangun ekonomi rakyatnya,” ujar Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, saat meghadiri BNPP MENYALA di Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (29/4/2026).
Sebagai badan nan dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI secara ex officio, aktivitas ini menjadi upaya strategis BNPP RI untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan area perbatasan negara sebagai bagian krusial dari masa depan Indonesia.
“Pembangunan perbatasan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” ujarnya.
Nurdin juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan.
Dia menjelaskan, bahwa pergerakan orang dan peralatan nan terus meningkat di PLBN Terpadu merupakan parameter kemajuan ekonomi sekaligus kesempatan emas nan perlu dikelola secara optimal, khususnya di PLBN Motaain dan Motamasin nan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di NTT serta pemasok utama kebutuhan Timor Leste.
“Masa depan Indonesia bukan hanya Jakarta. Masa depan Indonesia berada di garis pemisah wilayah negara. Seperti semboyan BNPP, Kita Jaga Wilayahnya, Kita Sejahterakan Rakyatnya,” tegas Nurdin.
Dalam kesempatan itu, Kelompok Ahli BNPP RI Hamidin, memaparkan materi geopolitik dan urgensi perbatasan Indonesia di tengah dinamika global.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·