BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla di 3 Provinsi Kalimantan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla di 3 Provinsi Kalimantan ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan, ialah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, pada Jumat (4/9). Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa penanganan karhutla terus dilakukan secara intensif melalui pengerahan personel darat serta support operasi udara. Strategi nan diterapkan mencakup patroli, pemadaman dengan helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Penanganan karhutla terus dilakukan dengan memprioritaskan titik api nan tetap aktif, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah api kembali muncul," ujar Berton dalam konvensi pers di Jakarta.

Kondisi di Kalimantan Barat

Hingga 3 September 2026, BNPB mencatat 61 titik api di Kalimantan Barat dengan total luas lahan terbakar mencapai 802,17 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 432,9 hektare telah sukses dipadamkan.

Kualitas udara di wilayah ini dilaporkan berada pada kategori rawan dengan jarak pandang sangat terbatas, ialah kurang dari satu kilometer. Operasi darat melibatkan 14.563 personel, sementara operasi udara mengerahkan dua unit helikopter water bombing nan telah melakukan 88 kali penyiraman (352.000 liter air).

Berton menekankan bahwa lahan gambut menjadi perhatian utama di Kalbar lantaran karakteristiknya nan menyimpan api di bawah permukaan. Selain itu, minimnya pertumbuhan awan hujan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Penanganan di Kalimantan Selatan

Di Kalimantan Selatan, tercatat 56 titik api dengan luas lahan terbakar 301,65 hektare, di mana 112,55 hektare di antaranya sudah padam. Kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang di bawah lima kilometer.

BNPB mengerahkan lima unit helikopter water bombing nan melakukan 365 kali penyiraman dengan total 1,323 juta liter air. Tim di lapangan juga menggunakan teknologi drone thermal untuk mencari sumber api di dalam tanah serta melakukan injeksi surfactant pada lahan gambut.

Terkait akibat kabut asap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 mengenai penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara kondisional bagi siswa sekolah.

Situasi di Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik api terbanyak, ialah 70 titik dengan luas lahan terbakar 225,1 hektare. Meski seluruh luasan tersebut dilaporkan telah sukses dipadamkan hingga 3 September, kualitas udara tetap dalam kategori tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 2,5 kilometer.

Berbeda dengan wilayah lain, operasi udara di Kalteng terkendala jarak pandang nan rendah, sehingga tidak ada aktivitas patroli maupun water bombing. Namun, BNPB tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai 800 kilogram NaCl.

Sama halnya dengan Kalsel, sektor pendidikan di Kalimantan Tengah juga mulai menerapkan sistem PJJ untuk melindungi anak sekolah dari akibat jelek polusi asap, sementara masyarakat umum diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Strategi Penanganan Karhutla BNPB:

  • Prioritas pemadaman titik api aktif dan pendinginan (cooling).
  • Operasi udara: Patroli, water bombing, dan modifikasi cuaca.
  • Teknologi: Penggunaan drone thermal dan injeksi surfactant untuk lahan gambut.
  • Operasi darat: Pengerahan ribuan personel campuran dan penambahan perangkat pompa air.

BNPB menegaskan bahwa penanganan di area gambut memerlukan waktu dan pengawasan lebih lama lantaran potensi api memperkuat di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan sudah tampak padam. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia