ilustrasi(Antara)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim campuran terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nan melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hingga saat ini, api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 5,3 hektare area terbuka di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa kejadian karhutla terjadi secara simultan di dua desa sejak Sabtu (20/6). Tim reaksi sigap telah dikerahkan untuk melokalisasi titik api agar tidak meluas ke pemukiman alias area vegetasi lainnya.
"BPBD Kabupaten Banjar berbareng tim campuran dari beragam unsur kedaruratan langsung dikerahkan ke letak terdampak untuk melakukan pemadaman dan lokalisasi titik api," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6).
Sebaran Titik Api di Dua Kecamatan
Berdasarkan hasil kaji sigap instrumen kebencanaan di lapangan, amukan api membakar vegetasi lahan nan tersebar di dua titik utama, ialah Kecamatan Cintapuri Darussalam dan Kecamatan Martapura.
Adapun rincian luas area nan terdampak meliputi:
- Desa Simpang Lima (Kecamatan Cintapuri Darussalam): 2 hektare lahan terdampak.
- Desa Pesayangan (Kecamatan Martapura): 3,3 hektare lahan terdampak.
Kondisi Mutakhir: Satu Titik Berhasil Dipadamkan
Mengenai perkembangan kondisi di lapangan, Abdul menjelaskan bahwa petugas telah sukses mengendalikan sebaran api di salah satu lokasi. Lahan di area Desa Simpang Lima dilaporkan sudah padam sepenuhnya setelah upaya pemadaman intensif oleh petugas gabungan.
"Untuk titik api di Desa Simpang Lima sukses dipadamkan sepenuhnya. Namun, untuk lahan di wilayah Desa Pesayangan saat ini tetap dalam proses pemadaman dan pendinginan," tambahnya.
Menyikapi masuknya musim tandus nan meningkatkan akibat kebakaran, BNPB mengimbau otoritas wilayah dan masyarakat di Kalimantan Selatan untuk memperkuat pengawasan darurat dan patroli darat. Masyarakat juga diminta dengan tegas untuk menghindari segala corak aktivitas pembersihan lahan dengan langkah dibakar guna mencegah musibah kabut asap dan kerusakan ekosistem lebih lanjut. (Ant/E-3).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·