Upaya perbaikan jaringan listrik nan dilakukan oleh tim tim Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.(Dok.Istimewa)
GEMPA bumi M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) nan terjadi Minggu (17/8) ikut merusak prasarana dasar, seperti listrik dan jaringan komunikasi. Pos Pendamping Nasional (Pospenas) merilis perbaikan prasarana listrik dan jaringan komunikasi telah dilakukan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menjelaskan, Senin (17/8), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat nyaris 100 persen untuk memulihkan jaringan listrik nan berada pada wilayah kerja mereka.
"Trafo GI sudah pulih 100 persen. Sedangkan tiang listrik alias penylang nan terdampak sudah berfaedah 98,3 persen," ujar dia.
Ia menyebut gardu pengedaran nan terdampak sebanyak 3.478 unit sudah menyala 99,45 persen. Dari total pengguna dalam area tersebut, 564.065 alias 99,4 persen sudah kembali mendapatkan listrik.
Distribusi kelistrikan dari UP3 Flores Bagian Timur melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sedangkan UP3 Flores Bagian Barat, cakupan wilayah pelayanan meliputi enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.
Sementara itu, jaringan telekomunikasi nan dikelola provider Telkomsel, sambung Berton, nyaris pulih 100 persen di wilayah terdampak gempa. Wilayah nan jaringan komunikasi nan telah pulih lebih dari 90 persen di antaranya Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende dan Manggarai. Hanya Manggarai Timur, pemulihan jaringan komunikasi mencapai 76,3 persen, dimana 14 site tetap terkendala.
"Melalui perbaikan nan melangkah optimal tersebut, Pospenas mengharapkan aktivitas masyarakat dapat segera bangkit dan pulih kembali pascabencana," pungkasnya. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·