Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua unit helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Bromo. Kebakaran tersebut telah memasuki hari ketiga, dan kian meluas.
"Kami bakal mendukung dengan dua unit helikopter," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto usai menghadiri Lokakarya Desa Tanggap Bencana (Destana) di Kota Malang, Rabu (5/8).
Suhariyanto menuturkan, BNPB juga tengah menangani kebakaran rimba dan lahan di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Untuk mempercepat penanganan, rencananya helikopter tersebut bakal kami geser dari wilayah-wilayah itu agar dapat membantu pemadaman di Gunung Bromo," katanya.
Menurutnya, pengerahan helikopter diperlukan lantaran titik-titik api berada di area perbukitan dengan kemiringan mencapai sekitar 80 derajat. Kondisi tersebut membikin upaya pemadaman dari darat susah dilakukan.
"Satgas darat sudah berupaya melakukan pemadaman. Namun, lantaran medannya sangat susah dan letak nan terbakar berada di area nan susah dijangkau, mereka meminta support pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing," ujarnya.
Suhariyanto mengatakan, dua helikopter tersebut dijadwalkan tiba di Malang pada Kamis (6/8/2026) untuk berasosiasi dalam operasi pemadaman di area Gunung Bromo.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) nan menyebut wilayah Gunung Bromo dan sekitarnya tetap belum berpotensi diguyur hujan dalam waktu dekat.
"Modifikasi cuaca belum bisa dilaksanakan. Karena itu, helikopter water bombing bakal segera kami geser. Kalau memungkinkan hari ini, alias paling lambat besok sudah berada di sini," tuturnya.
Mantan Pangdam V/Brawijaya itu menambahkan, percepatan pemadaman melalui jalur udara diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas, mengingat area Gunung Bromo pernah mengalami kebakaran besar pada 2023 dan 2024.
"Upaya pemadaman tetap dilakukan terlebih dulu oleh Satgas darat. Jika tidak memungkinkan, baru diperkuat dengan support Satgas udara," tegasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·