Makassar, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah penduduk Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara nan terdampak gempa, berjumlah 1.160 jiwa.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan wilayah nan terdampak cukup signifikan.
"Sebanyak 1.160 jiwa nan sebelumnya dilaporkan mengungsi di rumah family terdekat, sebagian telah kembali ke rumah masing-masing," kata Muhari dalam keterangannya, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan info BNPB, setelah gempa magnitudo 7,7 tersebut, hingga Selasa (9/6) sekitar pukul 09.00 WIB, tetap terjadi gempa susulan.
"Gempa-gempa susulan berkekuatan mini tetap terjadi di wilayah terdampak," ujarnya.
Sementara pasokan listrik di Kabupaten Sangihe setelah musibah tersebut sudah berangsur normal, selain di pulau-pulau terluar nan berada dekat dengan episentrum gempa.
"Kerusakan gedung di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdata antara lain 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan. Selain itu, dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas pembimbing juga mengalami kerusakan," ungkapnya.
Sedangkan, di Kabupaten Talaud tercacat sebanyak 12 unit rumah, satu unit rumah sakit dan satu penyimpanan pelabuhan terdampak gempa.
"Di wilayah ini sebanyak 12 KK terdampak," sebutnya.
Kemudian di Kabupaten Minahasa Utara, kata Muhari, terdapat satu gedung gereja GMIM 76 serta satu unit akomodasi pendidikan terdampak gempa.
(mir/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·