BNI Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Dibayarkan 7 April 2026

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |12:13 WIB

BNI Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Dibayarkan 7 April 2026

BNI Tebar Dividen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembagian dividen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bakal memasuki periode cum dividen pekan ini sebelum libur Nyepi dan Lebaran 2026. Untuk pasar reguler dan pasar negosiasi, cum dividen dijadwalkan pada hari ini, Selasa, 17 Maret 2026.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, keputusan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk komitmen perseroan untuk terus memberikan imbal hasil nan optimal bagi pemegang saham, sekaligus menjaga kesehatan esensial perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.

“Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memberi nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus memastikan keahlian perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Adapun cum dividen di pasar tunai berjalan pada 26 Maret 2026, nan sekaligus menjadi tanggal recording date alias penentuan pihak nan berkuasa menerima dividen. 

Jadwal ini menjadi penanda krusial bagi penanammodal nan mau memastikan namanya tercatat sebagai penerima dividen tahun kitab 2025.

Dengan demikian, para pemegang saham nan tercatat pada recording date bakal mulai menerima pembayaran dividen pada 7 April 2026. Momentum ini pun terasa seperti THR bagi para investor, sehingga menambah semarak suasana menjelang periode libur panjang Nyepi dan Lebaran.

Pembagian dividen tersebut sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 nan digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Forum ini menjadi agenda tahunan krusial bagi perseroan untuk menetapkan beragam keputusan strategis.

Dalam rapat tersebut, BNI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun, setara 65% dari untung bersih konsolidasian nan dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com