BMKG peringatkan potensi hujan lebat 12-18 Juni 2026 meski 28,6% wilayah Indonesia masuk kemarau.(Dok. Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat nan tetap mengintai sejumlah wilayah Indonesia pada periode 12-18 Juni 2026. Kondisi ini terjadi di tengah meluasnya musim tandus nan telah mencakup 28,6% wilayah tanah air hingga akhir Mei lalu.
BMKG memprediksi jumlah wilayah nan memasuki musim tandus bakal terus bertambah sepanjang Juni. Fenomena ini ditandai dengan penurunan curah hujan nan signifikan, terutama di bagian selatan Indonesia, serta munculnya kejadian "bediding" alias suhu udara dingin pada malam hingga pagi hari akibat penguatan Monsun Australia.
"Sebagian wilayah Indonesia bagian selatan saat ini mengalami musim tandus nan ditandai dengan pengurangan curah hujan secara signifikan. Penguatan Monsun Australia membawa massa udara kering dan dingin sehingga menyebabkan minimnya tutupan awan dan suhu udara malam hingga pagi hari terasa lebih dingin," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (14/6).
Data BMKG menunjukkan suhu minimum ekstrem sempat menyentuh 9,4 derajat Celsius di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 7 Juni 2026. Sementara di Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, suhu tercatat mencapai 16,9 derajat Celsius pada 8 Juni 2026.
Meski tandus mulai mendominasi, dinamika atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia tetap memicu pertumbuhan awan hujan. Pada periode 12-14 Juni 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah berikut:
- Sumatra Utara
- Kepulauan Bangka Belitung
- Banten dan Jawa Barat
- Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
Selanjutnya, pada periode 15-18 Juni 2026, wilayah siaga mencakup Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Pegunungan. Selain hujan, potensi angin kencang juga diwaspadai di Bali, NTT, Maluku, hingga Papua Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tandus untuk mewaspadai suhu dingin dan paparan sinar mentari ekstrem. Sebaliknya, bagi penduduk di wilayah nan tetap diguyur hujan, diminta tetap waspada terhadap akibat banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·