BMKG: Waspada Cuaca Terik dan Hujan saat Pancaroba

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2026 |12:32 WIB

 Waspada Cuaca Terik dan Hujan saat Pancaroba

BMKG: Waspada Cuaca Terik dan Hujan saat Pancaroba (Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal potensi cuaca terik dan hujan bergantian selama masa pancaroba alias peralihan musim hujan ke kemarau. Namun, BMKG memprakirakan hujan tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepekan ke depan alias periode 17 hingga 23 April 2026.

1. Waspada Pancaroba

BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 13-15 April 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terpantau di Jawa Barat (167.4 mm/hari), Lampung (95.0 mm/hari), Papua Barat (87.8 mm/hari), Sumatera Utara (86.2 mm/hari), Riau (86.0 mm/hari), Maluku Utara (69.3 mm/hari), Sumatera Barat (62.9 mm/hari), Sulawesi Selatan (55.8 mm/hari) dan Bengkulu (53.0 mm/hari).

“Kondisi tersebut dipicu aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah, serta pengaruh spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) nan terpantau melintasi sebagian besar Sumatera dan Papua. Selain itu, perlambatan angin dan pemanasan permukaan nan cukup kuat pada siang hari turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif nan berpotensi menimbulkan hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Di sisi lain, BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung. Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia selatan Lampung, Kalimantan Barat, dan Laut Arafuru, nan memicu terbentuknya wilayah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan kesempatan pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah nan terdampak pola angin tersebut.

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprediksi kondisi cuaca di Indonesia tetap dipengaruhi dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, kejadian El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) tetap berada pada fase netral.

“Sementara itu, pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan tetap memperkuat dalam beberapa hari ke depan, sehingga mendorong masuknya massa udara nan relatif kering dari Australia ke wilayah Indonesia. Dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia juga mengindikasikan bahwa beberapa wilayah mulai berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau,” katanya.

Namun, BMKG mengungkapkan, potensi hujan tetap dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Di Aceh dan Sumatra Utara, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Mixed-Rossby Gravity (MRG) nan diprakirakan aktif pada periode nan berbeda.

Di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Kelvin. Berbagai dinamika atmosfer tersebut dapat memicu terbentuknya wilayah konvergensi dan konfluensi nan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

“Pada skala lokal, kondisi labilitas lokal kuat nan mendukung proses konvektif terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Papua,” paparnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com