BMKG Siap Ikuti Arahan Prabowo Jika Digabung dengan Badan Geologi

Sedang Trending 41 menit yang lalu
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (kanan) berbareng Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan (kiri) menyampaikan keterangan saat konvensi pers prakiraan awal musim tandus 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyatakan BMKG siap mengikuti pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan mempertimbangkan integrasi antara Badan Geologi dengan BMKG.

Menurutnya, langkah tersebut dapat diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat mitigasi bencana.

“BMKG mengikuti dan siap memaksakan pengarahan Presiden, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana,” kata Ardhasena saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).

Ardhasena mengatakan, selama ini BMKG dan Badan Geologi telah menjadi mitra dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari beragam akibat musibah geofisika.

Keduanya juga mempunyai misi nan sejalan, ialah konsentrasi pada keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.

“BMKG dan Badan Geologi selama ini adalah mitra strategis nan mempunyai salah satu misi nan sama untuk keselamatan bagi masyarakat dari akibat ancaman musibah geofisika, nan saling melengkapi dalam rantai info ancaman musibah nan mengenai kebumian, khususnya di kegempaan, gunung api dan tsunami,” ujarnya.

Dia menjelaskan, info mengenai ancaman musibah geofisika memerlukan pemantauan dan kajian dari beragam aspek. Dalam konteks tersebut, BMKG dan Badan Geologi selama ini menjalankan kegunaan nan saling melengkapi, terutama dalam memberikan info mengenai gempa bumi, aktivitas gunung api, hingga potensi tsunami.

Ilustrasi BMKG. Foto: Thrive Studios ID/Shutterstock

Karena itu, jika nantinya terdapat pengarahan lebih lanjut dari pemerintah mengenai integrasi kedua lembaga tersebut, BMKG memastikan kegunaan pelayanan info kebencanaan tetap berjalan.

“Kami memastikan kepada publik bahwa kegunaan pemantauan, analisis, dan penyebaran info ancaman musibah melangkah operasional dan bakal terus diperkuat sesuai pengarahan Presiden,” tutur Ardhasena.

Adapun usulan integrasi Badan Geologi dengan BMKG disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan musibah melalui konvensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Dalam rapat tersebut, Prabowo memberi perhatian unik mengenai posisi Indonesia nan berada di cincin api Pasifik alias ring of fire.

“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo.

Prabowo menilai upaya pemerintah memitigasi musibah sejauh ini sudah maksimal. Ia pun menegaskan pemerintah bakal terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.

“Untuk monitor ini, kelak kita pikirkan apakah Badan Geologi itu kudu diintegrasikan berbareng BMKG. Tapi, kelak kita telaah itu,” ujar Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan