Sejumlah anak bermain air di perairan pesisir Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/6/2024)(ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal potensi banjir pesisir alias rob nan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 13-15 Juni 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenote'k, mengatakan potensi banjir rob dipicu oleh kejadian fase Bulan Baru Super (Super New Moon) nan terjadi pada 15 Juni 2026 dan berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.
"Fenomena fase Bulan Baru Super pada 15 Juni berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut. Kondisi ini, ditambah aspek angin dan gelombang laut, dapat memengaruhi dinamika pesisir sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir pesisir alias rob di beberapa wilayah NTT," kata Sti Nenote'k, Minggu (14/6).
Menurut BMKG, banjir pesisir alias rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai nan dapat disebabkan oleh pasang air laut maupun aspek cuaca tertentu sehingga mengakibatkan genangan di wilayah sekitar pantai.
BMKG memprakirakan wilayah nan berpotensi terdampak meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sabu-Raijua, pesisir Pulau Sumba, serta pesisir Pulau Timor-Rote. Masyarakat nan tinggal dan beraktivitas di area pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan tersebut.
"Masyarakat pesisir diharapkan tetap waspada dan terus memantau perkembangan info cuaca maritim nan dikeluarkan BMKG. Potensi banjir rob dapat berakibat pada beragam aktivitas masyarakat di wilayah pesisir," ujarnya.
Ia menjelaskan akibat nan mungkin terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas masyarakat di permukiman pesisir, aktivitas tambak garam, hingga perikanan darat nan berada di dekat area pantai.
Menurutnya, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 6-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah perairan dan selat strategis, seperti Selat Sape, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor-Rote, serta Perairan Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, tinggi gelombang di perairan 1,25 hingga 2,5 meter pada 15–18 Juni 2026. Gelombang sedang diprakirakan terjadi di Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor-Rote. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·