Petugas memasukkan garam ke dalam pesawat Cassa 212 saat operasi modifikasi cuaca di Bandara Husein Sastranegara, Bandung,(ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung menjelaskan upaya modifikasi cuaca di Jawa Barat (Jabar)belum dapat dilakukan lantaran potensi awan untuk membentuk hujan minim.
"Modifikasi cuaca ini tentunya kudu ada potensi awan. Nah, saat ini potensi awannya tetap kurang dari 30 persen, jadi tidak memungkinkan untuk dibuat modifikasi cuaca," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi di Bandung, Jumat (28/8).
Pelaksanaan modifikasi cuaca rencananya dilakukan BMKG berbareng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menjelaskan awan nan cukup digunakan untuk penyemaian awan hujan.
Saat ini, kata dia, di Jawa Barat masuk pada periode musim tandus nan dipengaruhi kejadian El Nino. Meski demikian, ujarnya, bukan berfaedah hujan tidak dapat terjadi.
Suaidi menjelaskan hujan lokal tetap berpotensi turun ketika terjadi pembentukan dan pengumpulan awan di suatu wilayah. Kondisi tersebut juga dapat memicu cuaca terasa gerah sebelum hujan turun.
"Hujan tetap bisa terjadi lantaran ada pengumpulan awan nan akhirnya jatuh sebagai hujan lokal," papar dia.
Suaidi mengatakan hujan lokal sangat berjuntai pada massa air nan dibawa dari selatan, seperti dari Samudra Hindia nan dipengaruhi oleh musim angin baratan alias timur. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·