BMKG: Kemarau Menguat di Indonesia Selatan

Sedang Trending 3 hari yang lalu
 Kemarau Menguat di Indonesia Selatan Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi nan mengalami kekeringan di Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau bakal semakin meluas di wilayah Indonesia bagian selatan dalam sepekan ke depan. Meski demikian, sejumlah wilayah di Indonesia bagian utara tetap berpotensi mengalami hujan lebat nan dapat disertai petir dan angin kencang.

Dalam prospek cuaca periode 16-22 Juni 2026, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara telah mengalami hari tanpa hujan dalam kategori menengah hingga sangat panjang. Saat ini, sekitar 33,3 persen alias 233 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa pengurangan curah hujan mulai meluas dan perlu menjadi perhatian, terutama pada wilayah nan rentan terhadap kekeringan meteorologis dan penurunan kesiapan air," tulis BMKG, Selasa (16/6). 

Meski tandus mulai mendominasi wilayah selatan Indonesia, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tetap terjadi di sejumlah daerah. 

Pada periode 11-14 Juni 2026, hujan sangat lebat tercatat di Sumatra Barat dengan curah hujan mencapai 139 milimeter per hari. Hujan lebat juga terjadi di Papua, Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin nan tetap aktif di sejumlah wilayah Indonesia. Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan sekitar Selat Makassar turut mendukung pembentukan awan hujan.

Untuk periode 16-18 Juni 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Sementara itu, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. 

Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan sebagian wilayah Papua.

Pada periode 19-22 Juni 2026, hujan dengan intensitas sedang tetap berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan awal nan dikeluarkan secara resmi. Warga di wilayah nan telah memasuki musim tandus diminta mewaspadai potensi kekeringan dan menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas. 

Sementara masyarakat di wilayah nan tetap berpotensi diguyur hujan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem. "Informasi cuaca bakal terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kondisi atmosfer terkini," kata BMKG. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia