BMKG Ingatkan Potensi Lonjakan Hotspot Karhutla dan Kekeringan saat Kemarau

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |13:32 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Lonjakan Hotspot Karhutla dan Kekeringan saat Kemarau

BMKG Ingatkan Potensi Lonjakan Hotspot Karhutla dan Kekeringan saat Kemarau (Ist)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi lonjakan hotspot alias titik kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Pasalnya, berasas kajian terbaru BMKG, musim tandus 2026 diprediksi berjalan pada periode April hingga September dengan karakter nan lebih kering dari normal.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat musim tandus di bawah normal, sehingga curah hujan berada pada kategori rendah. Artinya, kondisi tahun ini bakal lebih kering dibandingkan normal,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dikutip dari keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, musim tandus tahun ini juga diperkirakan datang lebih awal dan berdurasi lebih panjang. Selain itu, terdapat potensi penguatan kejadian El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 nan dapat semakin meningkatkan akibat terjadinya karhutla.

BMKG, kata Faisal, mencatat peningkatan signifikan jumlah titik panas (hotspot) sejak awal tahun. Hingga awal April 2026, jumlah hotspot telah mencapai lebih dari 1.600 titik. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan periode nan sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan dinamika suasana global, khususnya kejadian ENSO, menjadi aspek utama nan memengaruhi kondisi tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com