BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan Terjadi di NTT

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Kupang -

Gempa susulan terus terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah ada 2.119 gempa susulan di NTT.

"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 2.119," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, kepada detikcom, Selasa (18/8/2026).

Wijayanto mengatakan gempa terbesar bermagnitudo 6,2. Jumlah gempa berkekuatan magnitudo di atas 5 tercatat sebanyak 24 gempa susulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, gempa terkecil bermagnitudo 1,3. "Gempa susulan nan dirasakan sebanyak 70 kali," sambungnya.

Seperti diketahui, gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter pembaruan M 7,7 sehingga berakibat potensi tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan sistem pergerakan naik (thrust fault).

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto dengan status Siaga, serta wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo untuk status Waspada. Peringatan awal tsunami kemudian dinyatakan berhujung pada pukul 07.30 WIB alias 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.

Korban Meninggal: 68 Jiwa

Korban jiwa terdampak gempa M 7,7 di NTT terus bertambah. BNPB menyebut jumlah korban jiwa terbaru sebanyak 68 jiwa.

"Ada 68 jiwa nan meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin (17/8/2026).

BNPB melaporkan sudah tidak ada lagi penduduk nan dinyatakan lenyap akibat gempa di NTT. Meski demikian, tim Basarnas tetap bersiaga penuh di lapangan.

"Tim dari Basarnas tetap siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan penduduk nan lenyap di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Berton.

(isa/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News