Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |18:02 WIB

Bank Indonesia (BI) meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian cuaca El Niño nan berpotensi memicu lonjakan nilai pangan. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian cuaca El Niño nan berpotensi memicu lonjakan nilai pangan. Langkah penanganan nan terintegrasi dinilai mendesak untuk mencegah gangguan pasokan nan dapat memperbesar tekanan inflasi di daerah.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan, BI telah mengalkulasi akibat akibat El Nino terhadap perekonomian nasional. Jika kejadian ini berjalan lama, gangguan pasokan berpotensi memengaruhi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Bali, Nusa Tenggara, hingga Sumatera.
“Komoditas nan paling rentan adalah beras, kemudian cabe dan bawang merah,” ujar Ricky dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Oktober 2026 di Gedung Thamrin, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Untuk meredam gejolak nilai dalam jangka pendek, BI berfokus mengamankan pasokan pangan utama di wilayah melalui penguatan kerja sama antardaerah (KAD), fasilitasi biaya distribusi, operasi pasar, serta aktivitas pasar murah.
“Tujuannya untuk mempercepat pengedaran pangan dari wilayah surplus ke wilayah nan mengalami defisit pasokan, terutama untuk komoditas beras, cabai, dan bawang merah,” tegas Ricky.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·