Teknologi 3D Printing Perkuat Identitas Visual Seni Pertunjukan Indonesia

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Teknologi 3D Printing Perkuat Identitas Visual Seni Pertunjukan Indonesia Ilustrasi(Dok Universitas Mercu Buana)

PEMANFAATAN teknologi digital membuka ruang baru bagi pengembangan seni pertunjukan Indonesia. Salah satunya melalui teknologi 3D printing untuk menghasilkan properti tari nan mendukung produktivitas sekaligus memperkuat identitas visual penari.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Inovasi Seni Nusantara 2026 dalam aktivitas berjudul “Inovasi Properti Tari Berbasis 3D Printing sebagai Upaya Penguatan Identitas Visual Penari Yayasan Ayodya Pala” nan berjalan sejak April 2026 hingga saat ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Universitas Mercu Buana melalui tim nan terdiri atas Nukke Sylvia sebagai ketua, serta Ariani Kusumo Wardhani dan Engga Probi Endri sebagai anggota. Program itu menjadi upaya mengembangkan penemuan seni dengan mempertemukan kekuatan tradisi, produktivitas seniman, perkembangan teknologi, dan pendekatan akademik.

Pemanfaatan teknologi 3D printing diarahkan untuk menghasilkan properti tari nan mempunyai nilai estetika sekaligus mendukung penguatan identitas visual penari Yayasan Ayodya Pala.

Properti tari merupakan salah satu komponen krusial dalam membangun karakter visual pertunjukan. Selain sebagai pelengkap, properti dapat menjadi bagian dari identitas, simbol, dan ekspresi artistik penari.

Melalui teknologi 3D printing, tim Universitas Mercu Buana berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam perancangan dan produksi properti tari. Teknologi tersebut memungkinkan proses kreasi dilakukan secara lebih elastis sehingga beragam corak dan karakter visual dapat dikembangkan sesuai kebutuhan seni pertunjukan.

Ketua Pelaksana Nukke Sylvia mengatakan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produktivitas dan identitas seni tanpa menghilangkan nilai tradisi.

“Kami memandang teknologi bukan sebagai sesuatu nan menghilangkan nilai tradisi, tetapi sebagai instrumen untuk memperkuat produktivitas dan identitas seni,” ujar Nukke.

Kegiatan tersebut melibatkan Yayasan Ayodya Pala sebagai mitra. Kolaborasi Universitas Mercu Buana dan Yayasan Ayodya Pala menjadi bagian krusial untuk memastikan penemuan nan dikembangkan tidak hanya mempunyai nilai teknologi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pelaku seni.

Perspektif akademik dan teknologi dipertemukan dengan pengalaman praktis pelaku seni. Proses perancangan properti mempertimbangkan kebutuhan penari, karakter gerakan, estetika pertunjukan, serta identitas visual nan mau dibangun.

“Kami memandang pemanfaatan teknologi 3D printing sebagai kesempatan untuk mengembangkan properti tari dengan pendekatan nan lebih kreatif,” ujar Budi Agustinah.

Salah satu konsentrasi aktivitas adalah menjadikan properti tari sebagai bagian dari identitas visual penari. Melalui pendekatan berbasis 3D printing, properti dikembangkan dengan mengeksplorasi bentuk, detail, ukuran, dan karakter visual sesuai konsep tari.

Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan properti baru, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi pelaku seni dalam memanfaatkan teknologi digital.

Program Inovasi Seni Nusantara 2026 menjadi ruang untuk mendorong penemuan nan menghubungkan perguruan tinggi dengan organisasi seni. Universitas Mercu Buana melalui tim pelaksana memberikan kontribusi melalui riset, pengembangan desain, komunikasi visual, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan mitra.

Program tersebut mendapat support Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Program Inovasi Seni Nusantara 2026.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan melalui aktivitas akademik, tetapi juga menghadirkan penemuan nan memberikan faedah bagi masyarakat dan ekosistem seni budaya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia