Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah. Salah satunya adalah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing.
Untuk langkah itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan ada empat langkah nan dilakukan BI. Pertama, BI bakal melakukan peningkatan struktur suku kembang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya portofolio investasi asing.
“Peningkatan struktur suku kembang SRBI dilakukan sesuai sistem pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).
Kedua, BI juga memberi insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai alias hedging swap bagi penanammodal asing sebesar 10 persen untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya penanammodal asing serta mengkompensasi tanggungjawab nan selama ini ditanggung investor.
“Seperti diketahui, selama ini Bank Indonesia memberikan akomodasi swap lindung nilai bagi masuknya investasi asing melalui bank-bank di Indonesia nan kemudian diteruskan ke Bank Indonesia. Sementara itu, penentuan tingkat swap nan reguler (reguler swap) tetap diberikan oleh Bank Indonesia sesuai sistem pasar nan berlaku,” ujar Denny.
Langkah ketiga nan dilakukan BI adalah turut membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar duit dan perbankan dengan sasaran agar pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap double digit alias di atas 10 persen.
“Perluasan akomodasi repo ini bakal menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan sistem lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder nan selama ini dilakukan Bank Indonesia,” kata Denny.
Terakhir, BI juga melakukan peningkatan intensitas operasi moneter baik rupiah maupun kurs asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Adapun penguatan operasi moneter Rupiah dimulai dengan pembukaan lelang SRBI dua kali seminggu.
Di samping itu, Denny juga menjelaskan BI terus melakukan penguatan operasi moneter kurs asing dengan meningkatkan intensitas intervensi baik melalui transaksi spot dan DNDF di pasar domestik maupun transaksi NDF di pasar luar negeri.
“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. serupa telah disampaikan dalam penjelasan berbareng Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 6 Juni 2026 nan lalu, koordinasi fiskal dan moneter dimaksudkan agar seirama saling mendukung dan saling memperkuat dengan otoritas masing-masing sebagai langkah berbareng dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah,” ujar Denny.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·