Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 22 Juni 2026 |08:07 WIB

Suku kembang referensi Bank Indonesia diprediksi merangkak naik hingga mencapai 6,0 persen di penghujung tahun ini. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Suku kembang referensi Bank Indonesia diprediksi merangkak naik hingga mencapai 6,0 persen di penghujung tahun ini. Bank Indonesia diproyeksikan mengerek suku kembang referensi ke posisi 5,75 persen pada kuartal II 2026. Sedangkan untuk periode kuartal III dan IV 2026, posisi BI Rate diperkirakan memperkuat di level 6,0 persen.
Head of Investment & Insurance Product Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menekankan bahwa pemerintah saat ini berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah guna membendung penguatan dolar AS.
Kebijakan tersebut juga dinilai selaras dengan proyeksi arah kebijakan bank sentral AS nan diperkirakan bakal mengerek suku kembang referensi mereka.
Meski demikian, Djoko menekankan bahwa penetapan suku kembang nan terlampau tinggi berisiko menekan daya beli publik dan menantang sektor perbankan ritel.
“Dampaknya kembang pinjaman otomatis bakal terbawa naik, nan dampaknya bakal membawa akibat ke bank-bank juga secara umum,” kata dia, Senin (22/6/2026).
Atas dasar kondisi tersebut, Djoko mengutarakan angan agar bank sentral secara berkala terus melakukan pertimbangan terhadap suku kembang acuan. Pasalnya, jika daya beli riil masyarakat mengalami tekanan, laju perekonomian nasional secara agregat juga bakal ikut terdampak negatif.
Di sisi lain, Consumer Banking Director DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran angsuran seiring dengan tren kenaikan BI Rate.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·