BI Catat Transaksi Digital Juli Tumbuh 28,69 Persen, QRIS Melesat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
BI Catat Transaksi Digital Juli Tumbuh 28,69 Persen, QRIS Melesat Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.(MI/Usman Iskandar)

BANK Indonesia (BI) melaporkan keahlian transaksi ekonomi dan finansial digital nasional tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif pada Juli 2026. Volume transaksi digital tercatat mencapai 5,50 miliar transaksi atau mengalami pertumbuhan sebesar 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh sistem pembayaran nan aman, lancar, dan andal, serta stabilitas prasarana dan struktur industri nan sehat.

"Transaksi ekonomi dan finansial digital pada Juli 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran nan aman, lancar, dan andal serta prasarana nan stabil dan struktur industri nan sehat," ujar Destry dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu (19/8).

Pertumbuhan QRIS dan Mobile Banking

Destry merinci, pertumbuhan signifikan terjadi pada beragam kanal pembayaran digital. Volume transaksi melalui internet banking tumbuh sebesar 9,39 persen (yoy), sementara aplikasi mobile banking mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi ialah 24,25 persen (yoy).

Lonjakan paling tajam terlihat pada transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) nan tumbuh hingga 82,42 persen (yoy). Pencapaian ini didorong oleh ekspansi ekosistem, baik dari sisi peningkatan jumlah pengguna maupun jumlah merchant nan mengangkat metode pembayaran tersebut.

Kinerja BI-FAST dan BI-RTGS

Dari sisi prasarana sistem pembayaran ritel, jasa BI-FAST mencatatkan volume transaksi sebanyak 546 juta transaksi, tumbuh 31,62 persen (yoy). Secara nilai, transaksi melalui BI-FAST telah mencapai Rp1.355 triliun.

Sementara itu, untuk transaksi nilai besar melalui BI-RTGS (Real Time Gross Settlement), tercatat sebanyak 0,99 juta transaksi alias tumbuh 3,12 persen (yoy). Nominal transaksi BI-RTGS sendiri tumbuh 1,54 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp20.097 triliun.

Pengelolaan Uang Kartal

Di sisi lain, meski transaksi digital terus meningkat, Bank Indonesia tetap memastikan kesiapan duit tunai. Uang Kartal nan Diedarkan (UYD) pada Juli 2026 tercatat tumbuh 15,10 persen (yoy) menjadi Rp1.314 triliun.

"Bank Indonesia juga terus menjaga kesiapan duit rupiah dalam jumlah nan cukup dengan kualitas nan layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T)," pungkas Destry. (Ant/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia