BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG

Sedang Trending 12 jam yang lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers mengenai penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret sekitar 80 sekolah swasta dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan kebijakan ini bagian dari penyisiran penerima faedah program MBG nan dilakukan pemerintah. Sekolah swasta nan dinilai bisa memenuhi kebutuhan makan siswanya secara berdikari tidak lagi mendapatkan alokasi MBG.

"Sekarang ini, kan, kita sudah sisir beberapa sekolah swasta nan memang swasta elite, kan, saya kira tidak memerlukan MBG. Nah itu juga beberapa sudah ada 80-an sekolah gitu se-Indonesia, nan kemudian sekolah swasta khususnya, itu kemudian kita exclude untuk tidak diberikan MBG,” jelas Sudaryono kepada wartawan di instansi pusat Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/8).

Pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar nan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Menurut Sudaryono, sejumlah sekolah berasrama juga termasuk dalam daftar sekolah nan tidak mendapatkan MBG. Ia mencontohkan Taruna Nusantara dan Kemala Bhayangkari nan dinilai telah mempunyai sistem pemenuhan kebutuhan makan bagi para siswanya.

"Termasuk sekolah seperti Taruna Nusantara, kemudian Kemala Bhayangkari, itu, kan, sekolah-sekolah berasrama, kan, ada banyak nih, seperti sekolah saya dulu di Taruna Nusantara, kan, tidak kemudian mendapatkan MBG, lantaran itu sudah menjadi bagian dari aktivitas mereka sendiri-sendiri, kan, gitu,” ujar dia.

Sekolah nan Dicoret Sudah Tak Mendapatkan MBG

Sudaryono memastikan kebijakan ini telah berjalan. Masyarakat juga dapat mengecek status sekolah penerima MBG melalui radar MBG nan disediakan BGN.

"Sudah-sudah, Anda bisa cek di radar MBG, cek aja misalnya, masukkan aja sekolah misalnya JIS alias Cikal alias Taruna Nusantara alias Kemala Bhayangkara misalnya, kelak di dalam radar MBG ada keterangan tidak mendapatkan alokasi MBG,” tutur Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan