Bertemu Kuasa Usaha Kedubes, Megawati Kenang Tolak Serangan AS ke Irak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Presiden Ke-5 Republik Indonesia nan juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Irak untuk Indonesi Ammar Hameed Saadallah Al-Khalidy. Keduanya membahas situasi terkini di Timur Tengah dan upaya mempererat hubungan Indonesia dan Irak.

Pertemuan keduanya berjalan di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (27/4) kemarin. Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dan Rokhmin Dahuri, serta politisi PDIP M Guntur Romli.

Mengawali perbincangan, KUAI Kedubes Irak sempat menceritakan kunjungan berhistoris Presiden Soekarno ke Baghdad, Irak, pada tahun 1961, nan disambut hangat oleh Perdana Menteri Irak saat itu Mayor Jenderal Abdel Karim Qassim. "Kami tetap menyimpan movie dokumenter kunjungan berhistoris tersebut," kata Al-Khalidy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan saat itu untuk memperkuat hubungan diplomatik, menegaskan posisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, serta mengukuhkan solidaritas pemimpin bumi ketiga nan mandiri.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Irak secara resmi didirikan pada tahun 1950. Irak merupakan salah satu negara nan sigap mengakui kemerdekaan Indonesia, dengan pengakuan de jure pada tahun 1947, dan KBRI Baghdad kemudian dibuka pada 27 Maret 1950 untuk memperkuat kerja sama bilateral.

"Hubungan Indonesia dan Irak sudah masuk tahun ke-76, kami terus berambisi tetap kuat dan hangat, kami juga tahu sikap Ibu Megawati saat menjadi presiden nan menolak serangan terhadap Irak tahun 2003," ujar Al-Khalidy.

Terkait bentrok nan terjadi saat ini di Timur Tengah, Al-Khalidy menyampaikan sikap resmi pemerintah Irak nan mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

"Pemerintah kami secara resmi mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran, namun juga mengutuk serangan jawaban Iran terhadap negara-negara tetangganya. Kami menolak perang ini, kami menjunjung tinggi sistem dialog, negoisasi dan perdamaian," tegas Al-Khalidy.

Sementara itu, Megawati juga menilai bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran adalah pelanggaran kedaulatan negara merdeka. Selain bertentangan dengan Piagam PBB dan Hukum Internasional, Megawati menilai serangan itu bertentangan dengan Dasa Sila Bandung. Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menceritakan kembali sikapnya nan menolak serangan AS terhadap Irak tahun 2003.

"Saya ini berkawan dengan George W Bush, Presiden AS saat itu, tapi sikap politik kami berbeda, saya menolak serangan AS terhadap Irak tahun 2003 saat saya tetap Presiden Indonesia," kata Megawati.

Saat terjadi serangan 11 September 2001 ke World Trade Center di New York, Megawati juga menegaskan penolakannya terhadap terorisme tapi menolak mengaitkan terorisme dengan Islam.

"Saya presiden pertama nan datang ke AS setelah peristiwa 11 September berjumpa Presiden Bush menyampaikan simpati saya dan mengutuk terorisme, tapi saya juga menyampaikan penolakan saya mengaitkan terorisme dengan aliran Islam," tegas Megawati.

Megawati Soekarnoputri menjelaskan menimba pengetahuan geopolitik dari Bung Karno dan menceritakan tentang Konferensi Asia-Afrika di Bandung nan menghasilkan Dasa Sila Bandung merupakan cikal bakal Gerakan Non Blok dan pidato Bung Karno 'To Build the World Anew' di Sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) nan mempromosikan Pancasila, anti imperealisme, dan anti kolonialisme serta reformasi PBB.

KUAI Kedubes Irak merespon bahwa dia pernah belajar tentang hasil Konferensi Asia-Afrika di Bandung saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Baghdad Irak dan sewaktu menjadi diplomat di Kantor PBB juga bersenggolan dengan tema reformasi PBB khususnya Dewan Keamanan (DK).

"Ternyata Bung Karno sudah melontarkan buahpikiran reformasi PBB di tahun 1960 melalui pidatonya, jauh sebelum pembahasan masalah reformasi PBB nan ramai dibahas sejak tahun 1993," kata Al-Khalidy.

(maa/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News