
Dua pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
MISANO – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez mengirimkan pesan penuh haru untuk rekannya, Francesco Bagnaia. Pesan penuh emosiona itu disampaikan Marquez mengingat MotoGP 2026 ini menjadi tahun terakhir mereka bekerja sama di pabrikan Ducati.
Ajang tahunan World Ducati Week di Misano, Italia menjadi saksi bisu perpisahan emosional bagi Bagnaia dengan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Acara ini sekaligus menandai momen terakhir sang pembalap asal Italia mengenakan atribut pabrikan merah sebelum lembaran baru dibuka dalam kariernya.
Hubungan kedua rider ini sempat diprediksi bakal menjadi salah satu rivalitas paling panas di lintasan. Mengingat sejarah gesekan di masa lalu, banyak pihak memperkirakan kandang mobil pabrikan Ducati bakal menjadi medan perang internal.
Namun, dinamika justru melangkah di luar dugaan ketika mereka resmi berseragam sama pada musim lalu. Dominasi Marquez di lintasan dipadukan dengan sikap suportif di kandang mobil sukses mematahkan segala keraguan publik mengenai potensi ketegangan di dalam tim.
1. Saling Dukung
Musim lampau melangkah dengan cerita nan kontras bagi kedua pebalap di atas kuda besi Desmosedici. Enquanto Marquez melenggang mulus meraih gelar juara bumi ketujuhnya dengan catatan kemenangan fantastis, Bagnaia justru kudu berjuang keras menjinakkan spesifikasi motor nan kurang berkawan dengan style balapnya.
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia berbareng motor baru jelang MotoGP 2026 (Foto: X/@ducaticorse)
Kendati berada dalam situasi kompetitif nan tidak mudah, rasa hormat di antara keduanya tidak pernah luntur. Bagnaia, nan telah memihak panji Ducati sejak 2019, tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dan sportivitas nan luar biasa kepada rekan setim barunya.
Dalam sesi panggung di World Ducati Week, Bagnaia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para fans setia nan datang dari beragam bagian dunia. Sambutan hangat berupa standing ovation dari publik Misano menjadi penutup nan manis bagi perjalanannya berbareng family besar Ducati.
Merespons momen tersebut, Marquez tidak tinggal tak bersuara dan mengambil alih mikrofon untuk memberikan penghormatan unik kepada sang rekan setim. Ia mengakui bahwa kehadiran Bagnaia sangat membantunya beradaptasi dengan budaya kerja di dalam kandang mobil pabrikan asal Italia tersebut.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·