Berkelahi dengan Anggota Propam Polda Sulteng, Jukir Tewas Ditembak

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Seorang ahli parkir (jukir), Dedi meninggal bumi setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Kota Palu, usai ditembak oleh personil Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA. Insiden ini bermulai dari cekcok atau perkelahian keduanya.

"Berdasarkan hasil investigasi tim campuran di lapangan, tindakan tegas terukur dilakukan Aipda AA terhadap D nan disebut melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam/parang," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Achmad Muhaimin, dalam keterangannya, Jumat (28/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kasus tersebut terjadi pada Kamis (27/8) malam, bermulai saat Aipda AA datang menggunakan Toyota Avanza putih dan berakhir di sekitar warung makan Gorontalo untuk berbelanja di salah satu minimarket.

"Sekitar pukul 20.40 Wita, setelah keluar dari minimarket, Aipda AA didatangi seorang laki-laki nan disebut mengenakan baju merah. Pria tersebut kemudian bertanya mengenai parkir dan terjadi kontak bentuk hingga berujung cekcok dan perkelahian," jelasnya.

Saat perkelahian, kata Achmad tukang parkir tersebut menyerang Aipda AA menggunakan parang ke arah wajahnya. Sehingga AA berupaya menangkis serangan hingga mengalami luka pada tangan kanan dan jari manis tangan kiri terputus.

"Aipda AA kemudian mengeluarkan senjata api jenis HS dan melepaskan satu tembakan peringatan, namun, berasas hasil investigasi, D tetap mengejar dengan parangnya sehingga Aipda AA melepaskan sejumlah tembakan ke arah kerabat D," ujarnya.

Kemudian saat bersamaan, kata Achmad, seorang penduduk inisial MA berada di tempat jahit sepatu terluka di bagian leher diduga terkena peluru nyasar setelah mengintip di jendela saat mendengar bunyi tembakan, sehingga dilarikan ke rumah sakit.

"Usai kejadian, Aipda AA dibantu penduduk menuju RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara kerabat D dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno. Polisi kemudian memasang garis polisi di letak dan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.

Namun, tukang parkir tersebut dinyatakan meninggal bumi setelah dirujuk ke RSUD Anutapura Palu.

"Kami bakal mendalami fakta-fakta di lapangan, termasuk penggunaan senjata tajam dan senjata api dalam kejadian tersebut," ujarnya,

(mir/fra)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional