Jakarta -
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka bunyi soal keluhan pengusaha China ke Presiden Prabowo Subianto. Kamar Dagang China (China Chamber of Commerce) mengirimkan surat kepada Prabowo nan berisi keluhan mengenai investasi di Indonesia.
Beberapa keluhan nan disampaikan menyangkut persoalan tata kelola mineral dan batu bara.
Bahlil mengaku dirinya belum mendapatkan surat tersebut. Namun nan jelas dia bilang selama ini dirinya sudah banyak melakukan komunikasi dengan pihak pengusaha China di Indonesia soal beragam hal, mulai dari Harga Patokan Mineral (HPM) beberapa komoditas hingga urusan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) beragam tambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengaku sudah bicara dengan Duta Besar China untuk Indonesia mengenai beragam persoalan. Dia mengaku semua penjelasan nan dilakukan kepada pengusaha maupun perwakilan pemerintahan China melangkah dengan baik.
"Beberapa sudah komunikasi, Dubes juga sudah ngomong sama saya, saya berikan penjelasan dengan baik," kata Bahlil di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
"RKAB (batu bara) juga ada dilakukan penyesuaian dan ndak ada masalah ya," katanya lagi ketika ditanya unik soal RKAB batu bara pengusaha China.
Surat Pengusaha China
Pada surat KADIN China nan tersebar, para pengusaha menyoroti sejumlah kebijakan lainnya nan dinilai membebani bumi usaha. Salah satunya mengenai rencana persyaratan retensi Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA).
Berdasarkan surat nan beredar, Kadin China memprotes kebijakan DHE SDA nan mewajibkan penempatan 50% devisa ekspor di bank milik negara Indonesia selama minimal satu tahun. Kebijakan itu dinilai berpotensi mengganggu likuiditas perusahaan.
Selain itu, pengusaha China juga mengeluhkan mengenai rencana kenaikan tarif royalti komoditas mineral dan batu bara (minerba) hingga bea keluar. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi industri pertambangan dan hilirisasi nikel di Indonesia.
Purbaya Buka Suara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah buka bunyi duluan soal surat dari KADIN China, dia mengatakan pada dasarnya hubungan investasi Indonesia dan China berkarakter timbal balik. Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan keluhan kepada pihak pengusaha China ihwal praktik upaya nan tidak sesuai patokan alias ilegal.
"Saya sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini nan juga melakukan upaya nggak legal. Saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji bakal memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, tidak ada masalah," tutur Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat di hari nan sama.
Terkait kebijakan DHE SDA, Purbaya menilai semestinya tidak menjadi persoalan lantaran pemerintah mengedepankan kepentingan nasional dan tetap menjaga suasana investasi tetap kondusif. Kebijakan itu diklaim dirancang elastis dan memberikan sejumlah pengecualian agar likuiditas perusahaan tetap terjaga.
"Kalau perusahaan kelak nan tidak pinjam duit di Indonesia terbebas dari DHE SDA, ada pengecualian seperti itu kayaknya. Jadi harusnya China tidak ada masalah," ucap Purbaya.
(hal/ara)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·