Ilustrasi(Dok Istimewa)
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berbareng Baznas Kabupaten Kendal dan Pemerintah Desa Kalirejo resmi menghadirkan program Balai Ternak Kendal di Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Program nan menyasar 30 peternak mustahik Kelompok Ternak Rejoagung dengan biaya program senilai total Rp836.079.000 ini menjadi percontohan kerjasama pentahelix antara Baznas, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat dalam upaya memicu stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.
Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, mengatakan program amal produktif ini dirancang untuk memutus ketergantungan support dengan mengubah mustahik menjadi berdikari hingga bisa membantu sesama.
“Ini adalah program amal produktif. Harapannya adalah para penerima faedah alias penerima biaya zakat, infak, infak ini kemudian pelan-pelan bisa berubah ekonominya, punya upaya milik mereka sendiri nan pada titik tertentu bisa mandiri, dan diharapkan malah bisa menolong orang lain,” jelas Mahdum.
Ia juga menjelaskan balai ternak di Kabupaten Kendal ini resmi menjadi titik ke-60 dari total 70 program Balai Ternak nan dikembangkan oleh Baznas RI di beragam wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, Mahdum menyebut balai ternak ini menerapkan konsep integrated farming system, proyek ini memadukan budidaya domba silangan unggul, produksi pupuk kompos hulu-hilir, serta upaya penggemukan untuk kurban dan penjualan harian.
Mahdum kemudian mengimbau penduduk Kabupaten Kendal untuk menyalurkan zakat, infak, dan infak mereka melalui lembaga resmi agar biaya tersebut dapat dikelola menjadi beragam program upaya produktif nan berakibat nyata.
"Tolong masyarakat Kendal jika berzakat, berinfak, bersedekah, usahakan untuk ke Baznas, lantaran jika dengan di Baznas tuh kita bisa bikin usaha-usaha nan produktif seperti ZCoffee, Z-Auto, ZChicken, dan ZMart," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kendal Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi program Balai Ternak Baznas di Desa Kalirejo nan dinilai sebagai bentuk kerjasama pentahelix lintas sektor untuk memberikan kemanfaatan luas bagi masyarakat.
Guna memastikan keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring berkala, serta mendorong peternak mengolah limbah kotoran menjadi pupuk organik bungkusan guna menyuplai area sentral pertanian di sekitar lokasi.
"Dan termasuk nan Balai Ternak nan ada di Kalirejo ini, angan kami kelak juga bukan hanya beternak kambingnya saja, tetapi kelak mengenai untuk upaya pengembangan nan lainnya, termasuk pemanfaatan kohenya," tutur Dyah.
Di sisi lain, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji, mengapresiasi lonjakan signifikan capaian pengumpulan biaya Baznas Kabupaten Kendal nan sekarang diproyeksikan bisa menembus nomor Rp14 miliar pada tahun ini.
Ia pun menegaskan bahwa seluruh biaya umat nan terhimpun melalui Baznas Kendal dipastikan bakal dialokasikan sepenuhnya untuk mendongkrak kesejahteraan penduduk lokal tanpa dialirkan sedikit pun ke pemerintah provinsi maupun pusat.
“Jawa Tengah dulu kira-kira 8 tahun nan lampau kemiskinan Jawa Tengah ini ialah tetap mencapai nyaris 11 sampai 12 persen. Tapi dalam waktu 8 tahun ini sudah turun dan insyaallah lantaran kita semua kejar Baznas tiap kota agar tasarufnya (distribusi) adalah tasaruf nan produktif. Jadi tasaruf itulah nan bakal mengatasi masyarakat dari kemiskinannya,” katanya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·