Wall climbing biasanya identik dengan olahraga nan menantang dan memerlukan skill. Namun, Klub Kamis Klimbing justru berasal dari tiga pekerja kantoran nan tetap amatir dan mau punya aktivitas olahraga rutin.
Dirga, Sydney, dan John awalnya memang hanya suka melakukan climbing bersama. Mereka kemudian kepikiran untuk membikin akun IG sebagai tempat mengarsipkan aktivitas manjat mereka, tanpa kudu terus mengunggahnya lewat akun pribadi.
“Kalau misalkan nanya gimana caranya terbangun, jujur iseng. Pengin deh bikin arsip kita manjat,” kata Dirga, Founder Klub Kamis Klimbing kepada kumparan.
Bahkan, akun tersebut dibuat secara spontan saat mereka sedang berada di TransJakarta. Dari sana, mereka mulai memikirkan konsep aktivitas nan bisa dilakukan secara rutin. Mereka akhirnya memilih hari Kamis sebagai agenda untuk climbing bersama. Bagi John, adanya agenda tersebut juga menjadi motivasi agar mereka tidak terus menunda olahraga.
Dari akun nan awalnya hanya dibuat untuk arsip pribadi, orang-orang kemudian mulai tertarik untuk ikut. Mereka mengirim DM dan bertanya mengenai aktivitas climbing nan dilakukan Klub Kamis Klimbing.
Menurut Sydney, beberapa kawan nan sebelumnya tidak rutin climbing juga akhirnya mempunyai agenda untuk manjat setiap Kamis. Orang-orang nan memang biasa climbing di tempat tersebut pun mulai mengenal dan berkawan dengan mereka.
“Awalnya usil buat arsip sendiri, terus lenyap itu baru orang-orang merasa juga jadi pada DM-DM. Mereka nan biasa tuh kayak nggak rutin, malah jadi rutin,” kata Sydney, Founder Klub Kamis Klimbing.
Buat para founder, climbing juga bukan sekadar aktivitas fisik. Di tengah rutinitas sebagai pekerja di Jakarta, aktivitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk melepas stres dan mengisi kembali energi.
“Ini satu-satunya olahraga nan saya lakukan. Dan stress relief-nya itu berasa banget. Jadi walaupun capek, tapi ada happiness nan keisi pas udah selesai,” kata Sydney.
Pengalaman serupa dirasakan Vania, salah satu peserta Klub Kamis Klimbing. Ia mengetahui organisasi tersebut lewat IG Story temannya dan tertarik ikut untuk mengisi waktu setelah pulang kerja sekaligus melepas stres.
Padahal, Vania belum pernah mencoba climbing sebelumnya. Saat pertama kali mencoba, dia apalagi sempat takut dan kakinya gemetar. Dukungan dari teman-teman di sana kemudian membuatnya berani mencoba lagi.
“Awalnya hanya tiga langkah, tapi kaki saya udah gemetar. Terus teman-teman bilang, ‘Bisa, lenyap ini bisa. Nanti coba lagi, take it easy,’” ujar Vania.
Kini, Klub Kamis Klimbing terbuka untuk siapa saja, termasuk pemula nan belum pernah mencoba wall climbing. Komunitas ini juga tidak memungut biaya keanggotaan. Peserta cukup bayar tiket masuk tempat climbing dan bisa ikut manjat berbareng setiap Kamis.
Biasanya, organisasi ini manjat di Nusa Climb, Jakarta Selatan, mulai pukul 7 malam. Tiket masuk di tempat masuk tersebut dibanderol mulai dari Rp 150 ribu, sudah termasuk sewa alat.
Gimana, jadi tertarik manjat bareng juga?
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·